Jumat, 22 Oktober 21

Abraham Samad: TGPF Bisa Bantu Polri Usut Kasus Novel

Abraham Samad: TGPF Bisa Bantu Polri Usut Kasus Novel
* Mantan Ketua KPK Abraham Samad.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta segera direalisasikan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF). Dia meyakini TGPF bisa membantu Polri dalam mengusut kasus teror terhadap Novel Baswedan.

“Menurut saya, supaya bisa lebih cepat, supaya nggak lama lagi, kalau lama lagi tidak ditemukan pegawai KPK-nya ada lagi yang tertimpa musibah seperti Novel. Bahkan tidak menutup kemungkinan pimpinan KPK bisa kayak Novel kalau pelakunya nggak ditemukan,” kata Samad di gedung KPK, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Pendapat berbeda justru disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo. Agus mengatakan, pembentukan TGPF belum diperlukan. Dia juga ingin mengundang beberapa tokoh yang gencar menyuarakan dibentuknya TGPF untuk menjelaskan perkembangan penyelidikan kasus dan keseriusan Polri.

“Jadi kalau yang seperti ini dijelaskan kepada beberapa prominence person kemudian juga mereka bisa memahami apa yang telah dilakukan. Jadi belum waktunya kita bilang (soal TGPF). Tapi hasilnya sudah mendapatkan titik terang walau masih harus bekerja keras,” kata Agus.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya, Jakarta, pada 11 April 2017. Novel kini tengah menjalani perawatan di Singapura.

Dia menjalani operasi tahap pertama terhadap matanya pada Agustus 2017. Pada Oktober lalu, sebenarnya operasi tahap kedua direncanakan tetapi batal karena kondisi mata kiri Novel masih membutuhkan perawatan.

Sebelumnya Polda Metro Jaya merilis dua sketsa baru terduga pelaku yang terlibat teror air keras terhadap Novel Baswedan. Dengan demikian diharapkan pelaku dapat segera ditemukan dan diproses secara hukum. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.