Selasa, 19 Oktober 21

Abott Intervensi Bali Nine, Pencitraan Murahan

Abott Intervensi Bali Nine, Pencitraan Murahan

Subang, Obsessionnews – Tindakan PM Australia, Tony Abott yang mengintervensi Indonesia dalam kasus Bali Nine, dinilai sebagai pencitraan murahan. Lantaran, popularitas Abott lagi jeblok.

“Saya melihatnya ini sebagai alasan politis untuk menaikan citranya di mata Rakyat Australia.” ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Subang (Unsub), Yuli Indarsih, SH, MH.

Kalau dia berhasil seakan-akan dia menjadi pahlawan. Kalau saya melihatnya sebagai alasan politis untuk kepentingannya. Makanya sampai hati mengungkit-ungkit bantuan pemerintah Australia pada korban tsunami.

Saya melihatnya alasan kemanusiaan dan alasan kedaulatan hukum adalah suatu hal yang berbeda. Misalnya mahasiswa traktir saya. Kemudian nilai mata kuliahnya jelek. Lalu dia tanya kok nilai saya jelek, ‘kan ibu sudah saya traktir. Gak bisa begitu juga ‘kan?” ujar Yuli mengilustrasikan.

Menurut Yuli, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia – dalam hal ini Presiden Joko Widodo – sudah tepat. Pelaksanaan eksekusi sebagai wujud kedaulatan hukum adalah hak kita sebagai negara berdaulat. Secara hukum internasional pun tidak ada sangsi kalau Indonesia tetap melaksanakan hukuman mati. Ketegasan Indonesia itu sudah benar untuk menghindari preseden buruk dalam penegakkan hukum di tanah air.

Penegakkan hukum secara tegas terhadap kejahatan narkotika sudah tepat dari sudut pandang manapun. Pertama, Kadaulatan Hukum Indonesia. (Teddy Widara)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.