Rabu, 22 September 21

ABK Terjangkit Virus Mers‎

ABK Terjangkit Virus Mers‎
* VIRUS MERS – Petugas KKP Tanjung Perak Rabu (17/6) sore usai membersihkan barang-barang MV Scotian Express yang sering disentuh oleh ABK yang terjangkit virus Mers-Cov dengan menggunakan desinfektan. (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Perak memperketat pemeriksaan terhadap anak buah kapal (ABK) kargo MV Scotian Express, menyusul satu ABK asal Korea Selatan terindikasi terjangkit penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-Cov).

Informasi yang dihimpun Obsessionnews.com, suhu badan ABK yang belum diketahui identitasnya tersebut mendadak mencapai 38 derajat. Gejala klinis seperti demam, batuk hingga diare yang melanda ABK pengganti itu, tidak lama setelah turun di Bandara Internasional Juanda, Selasa (16/6) malam.

Mengetahui gejala terindikasi terjangkit penyakit Mers-Cov, pihak keamanan Terminal Berlian Timur berkoordinasi KKP. Saat pemeriksaan pertama adalah suhu badan para ABK, tanpa terkecuali. Petugas keamanan dan KKP pun melarang kapal untuk beraktivitas karena dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.

ABK tersebut kemudian dilarikan ke RS Port Health Centre (PHC) Tanjung Perak untuk dilakukan pengecekan. Sayangnya, PHC yang tidak memiliki ruang isolasi khusus, sehingga ABK itu dirujuk ke RS dr Soetomo.

Selain ABK asal Korea Selatan, KKP juga mendata ada 9 orang pekerja bongkar SBM (soil beam milk) di Terminal Berlian Timur pada Selasa (16/6) malam yang diperkirakan terkena virus Mers-Cov. Sesuai aturan yang berlaku, pekerja pun harus menjalani pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Mers-Cov.

9 orang pekerja yang hingga kini masih diisolasi di lantai 2 gate tengah Terminal Berlian, yakni Agus, Zuli, Tain, Maimm dan Irawan (tenaga kerja bongkar muat/TKBM), Bambang (surveyor sucovindo), Darsono (Foreman), Mubin (operator dozer), dan Achmad Nuryasin (operator excavator). Mereka mengaku suhu badan normal-normal saja, namun tidak diperbolehkan untuk turun kapal.

“Saya tidak tahu sakit apa salah satu crew kapal itu. Awalnya hanya panas dingin. Kami yang sudah selesai bekerja, tapi tidak diperkenankan turun dari kapal,” ungkap Darsono Foreman BJTI Port dengan nada kesal.

Sejauh ini, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak belum mau memberikan keretangan terkait ABK yang terindikasi terjangkit penyakit Mers-Cov yang kini diisolasi di RS dr Soetomo Surabaya.‎

Dikesempatan sama, Humas BJTI Port Abd. Wahab Wijanarko menegaskan bahwa ABK tersebut merupakan ABK pengganti yang tiba di Surabaya dengan menggunakan pesawat. “ABK itu pengganti yang datang bukan dari pelabuhan asal, tapi asal tiongkok turun di Juanda. Gejalan klinis itu mulai terlihat setelah bermalam satu hari di Surabaya,” tegas Wahab. (GA Semeru)‎

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.