Minggu, 26 September 21

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti: Saya Dulu Dekat dengan Dunia Malam

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti: Saya Dulu Dekat dengan Dunia Malam
* AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Punya Simpanan Keris Berusia 800 Tahun
Atas kiprahnya menjaga warisan budaya, LaNyalla dua kali mendapat gelar kehormatan dari Keraton Kasunanan Surakarta. Pada 2003 silam dia meraih gelar Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT). Lalu pada 2020 lalu, Keraton Surakarta kembali memberikan gelar kehormatan untuk LaNyalla dengan nama Pangeran Hardonagoro.

Selain dikenal sebagai pengusaha dan organisatoris, LaNyalla juga dikenal sebagai kolektor keris. Bahkan pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1959 ini memaknai benda warisan budaya tersebut sarat akan falsafah hidup. Proses pembentukan keris yang terpadu dari beragam unsur, dengan campuran batu meteorit dari langit, dan ditempa dengan pukulan dan panas api adalah gambaran perjalanan hidup manusia menuju tujuan paripurna.

“Paling tidak seperti itulah perjalanan hidup saya ditempa bagai keris,” ungkap dia.

Pria berdarah Bugis ini mengisahkan, perjalanan hidupnya memang penuh liku. Bukan saja jalan terjal. Namun, jalan gelap pun dia daki.

“Saya dulu dekat dengan dunia malam. Orang memberi cap saya sebagai orang yang hidup di dunia hitam. Biar saja. Itu kan cap orang atas penglihatan kasat mata mereka. Padahal saya berdakwah di sana. Saya memberi pengaruh. Saya memberi warna. Tetapi biarlah orang menilai apa,” ungkapnya.

Tetapi alhamdulillah, ketika LaNyalla menginjak usia 40 tahun, dia berhenti dari aktivitas dunia malam.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.