Minggu, 15 September 19

9.000 Desa Tertinggal Terentaskan Hingga Akhir 2019

9.000 Desa Tertinggal Terentaskan Hingga Akhir 2019
* Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. (Foto: Mendes PDTT)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berjuang untuk mengurangi jumlah status desa tertinggal di Indonesia.

Mendes PDDT Eko Putro Sandjojo optimis status desa tertinggal akan mengalami penurunan hingga mencapai 9.000 pada akhir 2019.

 

Baca juga:

Infrastruktur Listrik Desa Tertinggal Dibangun Lewat Dana Desa

Bupati Terpilih Didesak Atasi Butur Daerah Tertinggal

Hingga 2024 Pemerintah Bertekad Salurkan Dana Desa Rp400 Triliun

 

“Saya yakin selama 5 tahun periode 2014-2019 ini jumlah desa tertinggal akan terentaskan hingga akhir tahun 2019 menjadi 8.000 hingga 9.000,” kata Eko usai buka puasa bersama dengan jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kemendes PDTT dan anak-anak yatim di Gedung Balai Makarti Muktitama, Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemendes PDDT, Kamis (23/5), Eko mengungkapkan Kemendes PDTT telah berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yakni mengentaskan 5.000 desa tertinggal dan meningkatkan desa berkembang menjadi desa mandiri. Target tersebut terlampaui berdasarkan data hasil pendataan Potensi Desa (Podes) 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat, bahwa jumlah desa tertinggal mengalami penurunan sebesar 6.518 desa dari sebanyak 19.750 desa tertinggal pada 2014 menjadi 13.232 desa tertinggal pada 2018. Sedangkan untuk desa berkembang mengalami peningkatan sebesar 3.853 desa dari 51.026 desa pada 2014 menjadi 54.879 desa pada 2018.

“Target RPJMN sudah terlampaui, Namun, tugas kita belum selesai, Kita akan terus fokus untuk mengentaskan desa tertinggal di Indonesia. Keberhasilan ini tentunya berkat kerja keras dari semua pihak yang telah bekerja keras dalam memastikan program dana desa maupun program kementerian lainnya berjalan dengan baik,” tutur Eko.

Menurutnya, keberhasilan melampaui target tersebut tidak terlepas dari adanya program dana desa. Apalagi dengan adanya program dana desa ini, desa juga terus semakin maju karena bisa terlihat dengan telah dibangunnya sebanyak 191.600 km jalan desa, 1.140.378 meter jembatan, 58.931 unit sarana irigasi, 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 50.854 unit PAUD, 24,820 unit posyandu dan sejumlah pembangunan lainnya.

“Banyak pembangunan yang dilakukan secara masif di seluruh desa dengan adanya program dana desa. Dana desa juga menjadi salah satu faktor dari berkurangnya angka kemiskinan dan pengurangan angka stunting,” tandas Eko.

Untuk tahun ini, lanjutnya, dia berharap pemerintah desa bisa memprioritaskan anggaran dana desanya untuk pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, agar perekonomian desa dan masyarakatnya bisa terus meningkat. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.