Senin, 27 Juni 22

Ketua DPP PKB Ancam Kerahkan Santri Kepung Kantor PKS

Ketua DPP PKB Ancam Kerahkan Santri Kepung Kantor PKS

‎Jakarta – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar mengancam akan mengerahkan seluruh Santri di Indonesia untuk mengepung Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtra (PKS) di Jalan Simantupang Jakarta, jika  Sekjen Partai PKS Fahri Hamzah tidak mau meminta maaf atas kicauanya di Twitter yang menghina Joko Widodo (Jokowi).

“Saya tegaskan, kalau memang dia bersikap keras, tidak mau minta maaf, kita akan memobilisasi Santri seluruh Indonesia untuk mengepung kantor PKS, dan tempat-tempat pemenangan Prabowo-Hatta di sana,” ujar Marwan Jafar saat dikonfirmasi, Rabu (2/6/2014).

‎Menurutnya, sebagai politisi Fahri telah bersikap di luar nalar akal, karena menuding Jokowi sinting. Sikap tersebut tidak hanya melecehkan Santri, tapi juga lembaga pendidikan seperti pondok pesantren dan juga para kiai. Ia menilai, kicauanya Fahri itu dalam kapasitanys sebagai tim pemenangan Prabowo-Hatta. “Kita harus bersikap tegas karena omongan dia adalah omongan sebagai tim sukses, sekaligus omongan politisi,” terangnya.

Sebelumnya, Fahri telah menulis di Twitter. tanggapan mengenai rencana Jokowi untuk menjadikan 1 Muharam sebagai hari Santri nasional. Tulisan sepanjang 140 karakter itu disebut-sebut telah menghina Jokowi, dan melecehkan Santri.

Namun, saat dikonfirmasi, Fahri menolak telah menghina Jokowi dengan kata “Sinting”. Menurutnya, banyak orang salah menafsirkan kata tersebut, dengan tidak memperhatikan titik dan koma. “Twitter sebagai sebuah naskah, kita harus baca titik komanya di mana. Anda lihat setelah titik, saya bilang sinting. Kritik kepada janjinya. Bahaya kalau janji terus tidak ditepati,” ujarnya.

Belaan terhadap Fahri, juga datang, dari Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD. Menurut Mahfud, yang dimaksud omongan sinting itu, bukan Jokowi, tapi gagasannya. “Yang sinting itu bukan orangnya, tapi gagasanya,” kata Mahfud.

Berikut tulisan Fahri di ‎Twitter @fahrihamzah, yang dianggap melecehkan Jokowi. politisi PKS itu menulis, “Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!”

Akibat kelakuannya itu, Fahri telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Advokasi Pemenangan Jokowi-JK.

Santri Jangan Mau Dikompori
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf berharap, kicauan Fahri Hamzah jangan dibesar-besarkan. Ia meminta para santri kembali pada identitasnya sebagai orang yang moderat dalam menilai sesuatu, jangan mau dikompori oleh orang-orang yang punya kepentingan politik sesaat.

“Saya juga berharap, tidak ada pihak yang ngompori para santri supaya situasi menjelang pilpres lebih kondusif. Jagalah suasana bulan puasa agar lebih soft,’’ pinta Slamet Effendy Yusuf di Jakarta, kemarin.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini pun melihat teman-temannya di NU dan kalangan pesantren yang berlebihan dalam memberikan dukungan maupun yang menolak terhadap capres tertentu, lalu mereka membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada apa-apanya alias pepesan kosong.

‘’Saya kira ini merugikan internal kehidupan para santri maupun kiai, karenanya saya minta para santri jangan mau dijadikan ayam aduan dalam momentum pilpres ini,’’ ujarnya.
Slamet menduga, ada pihak yang mau meninabobokkan santri untuk kepentingannya, ada juga yang ingin meneguk keuntungan dari dunia pesantren. ‘’ 1 Muharam sudah hari besar, Tahun Baru Islam. Apa masih kurang besar tanggal itu dihargai sebagai hari libur nasional,’’ tanya dia.

Bekas Ketua Umum PB Ansor ini menanyakan, apakah kalau 1 Muharam  dijadikan Hari Santri, akan bisa lebih menghargai santri? ‘’Saya kira tidak, wong sudah jadi Tahun Baru Islam kok malah mau disempitkan,” tuturnya.

Slamet menegaskan, orang NU diajarkan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar dari kepentingan khusus atau eksklusif. Jadi, kalau mau meningkatkan santri jangan simbolik. “Bantu santri agar tumbuh berkembang melalui visi belajar mengajar yang zamani,” katanya.

Cara lainnya, dengan memberi anggaran untuk pesantren di APBN atau APBD serta mengapresiasi para  alumninya. “Jadi tolong akhiri keriuhan yang pada akhirnya tidak membawa manfaat apa-apa buat santri khususnya, umat Islam, maupun bangsa Indonesia pada umumnya. Sekali lagi, saya pesankan, santri jangan mau diadu domba,’’ pinta Slamet Effendy Yusuf.

Sementara di sela-sela kampanye di Pasar Johar Semarang, Jateng, Sekretaris tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon mengatakan,Fahri punya alasan dengan ungkapannya itu. Tujuannya antara lain supaya masyarakat tidak termakan janji-janji palsu.

‘’Tidak apa-apa dia dipanggil Bawaslu, dia punya alasan tersendiri. Keinginannya agar masyarakat tidak dibohongi dengan janji-janji palsu. Maka ada ekspresi macam itu, nanti pak Fahri sendiri yang jawab,’’ kata anak buah Prabowo ini.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD juga membela Fahri Hamzah. Mantan Ketua Mhakamah Konstitui (MK) ini menegaskan, Fahri tidak menghina siapapun, dia cuma mengkritisi gagasan menjadikan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

‘’Yang saya baca tuh, dia ndak nyebut Jokowi sinting, gagasannya yang disebut, bukan orang. Karena kan ada usulan untuk menjadikan 1 Muharam sebagai Hari Santri,’’ kata Mahfud MD di markas tim pemenangan Prabowo-Hatta, Rumah Polonia, Jakarta, kemarin.

Mahfud berpendapat, gagasan Hari Santri itu simbolik, dan tak bermanfaat secara substantif untuk para santri. ‘’1 Muharam kan itu sudahdijadikan hari libur nasional, kalau jadi hari santri hanya karena untuk kepentingan kampanye, mungkin Fahri menganggap gagasan itu tidak pas. Saya pikir ini bukan penghinaan ke orang. Lagipula soal membina pesantren itu, kalau Pak Prabowo kan substantif, tidak simbolik. Kalau hari santri kan simbolik,’’ jelasnya.

Guru besar hukum tata negara UII ini pun berharap, para santri tak perlu merasa terhina dengan kicauan Fahri. Sebab, Fahri tak menghina para santri, dia hanya mengkritisigagasan. ‘’Kenapa terhina? Saya sebagai santri tidak terhina tuh. Saya ini santri loh, saya lulusan pesantren. Kan Fahri tidak menghina santri , di mana kalimat yang menghina santri?’’ tanya Mahfud.

Seperti diketahui, kicauan itu dilontarkan Fahri melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40 WIB. Bunyi lengkapnya, begini. ‘’Jokowi janji 1 Muharram hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!’’ kicau Fahri.

Kicauan tersebut untuk menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timuryang menginginkan agar 1 Muharam dijadikan sebagai Hari Santri Nasional. (Abn)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.