Senin, 8 Agustus 22

8,2 Juta Kompor LPG Diganti Listrik Tahun 2025

8,2 Juta Kompor LPG Diganti Listrik Tahun 2025
* Kompos gas LPG. (Lazada)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM telah melakukan beberapa upaya sebagai landasan untuk mencapai net zero emission atau emisi bebas karbon di 2060,

“Salah satunya dengan konversi 8,2 juta unit kompor LPG ke kompor listrik sampai tahun 2025,” ungkap Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrizal.

Sedangkan di tahun 2030, lanjut dia, Kementerian ESDM menargetkan terdapat 18,2 juta unit kompor gas yang telah dikonversi ke kompor listrik.

“Konversi kompor LPG ke kompor listrik ditargetkan sampai 2025 adalah 8,2 juta unit, dan 18,2 juta unit hingga 2030,” ujar Ego dalam Green Economic Forum CNBC Indonesia, Senin (27/6/2022).

Selain mengkonversi kompor LPG ke kompor listrik, Kementerian ESDM juga melakukan langkah lain seperti menetapkan RUPTL PLN 2021-2030 yang membahas terkait penambahan kapasitas energi baru terbarukan sebesar 20,9 gigawatt pada 2030 atau 51,6% dari total kapasitas pembangkit sebesar 40,6 gigawatt.

Upaya yang kedua yakni pengembangan PLTS atap. Pengembangan ini dikatakan Ego memiliki manfaat untuk menghemat biaya listrik hingga 20-50% per bulan. Ketiga, adalah program konversi pembangkit listrik tenaga diesel ke pembangkit listrik energi baru.

“Terdapat kurang lebih 5.200 unit pembangkit listrik tenaga diesel yg tersebar di 2.130 lokasi yang akan dilakukan konversi,” terangnya.

Lebih lanjut, upaya yang keempat yakni mengurangi pemanfaatan batu bara dengan memanfaatkan biomassa. Kelima, mandatory biodiesel B30. Pada 2023-2025 diharapkan mandatori biodiesel B30 dapat mencapai hingga 10 hingga 11,6 juta kiloliter.

“Keenam, penggunaan kendaraan bermotor listrik tahun 2025 ditargetkan sebesar 11 juta roda dua dan 13 juta di 2030,” pungkasnya. (CNBCIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.