Rabu, 28 Oktober 20

72 Tahun Roem-Roijen

72 Tahun Roem-Roijen
* Perjanjian Roem-Roijen (juga disebut Perjanjian Roem-Van Roijen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, Mohammad Roem dan Herman van Roijen.

Perundingan di Padang Japang
Gagal dalam usaha menemui Ketua PDRI Sjafruddin, Dwitunggal Sukarno-Hatta tidak berputus asa. Tepat pada hari Dwitunggal kembali ke ibukota Yogyakarta, Bung Karno dan Bung Hatta mengirim delegasi untuk mencari, menemui, dan membujuk Sjafruddin agar menyetujui Pernyataan Roem-Roijen dan kembali ke Yogyakarta. Delegasi terdiri dari Mohammad Natsir, Dr. J. Leimena, Dr. A. Halim, dan Agus Yaman selaku Sekretaris Delegasi. Sebagai Menteri Penerangan, Natsir ditunjuk menjadi Ketua Delegasi.

Natsir sendiri, sesungguhnya kurang setuju terhadap Pernyataan Roem-Roijen. Dia skeptis terhadap rencana perundingan KMB. Dia tidak setuju taktik Sukarno, Hatta, Agus Salim, dan Roem untuk berunding dengan Belanda. Natsir merasa tidak mampu mempertanggungjawabkan hasil Pernyataan Roem-Roijen kepada Masyumi. Meskipun Partai Masyumi menyetujui Pernyataan Roem-Roijen, tetapi dalam rapat Masyumi 28 Mei 1949, terjadi perdebatan keras antara yang setuju dan menolak Roem-Roijen. Yang setuju, tentu saja, dipimpin oleh Roem. Yang menolak dipimpin oleh Natsir.

Akan tetapi, Natsir bukanlah jenis manusia yang membiarkan sesuatu berlalu tanpa dia turut membantu menyelesaikannya. Dengan sikap seperti itu, Natsir menerima penunjukan dirinya sebagai Ketua Delegasi untuk bertemu dengan Pimpinan PDRI.

Kali ini, rencana kunjungan delegasi dikomunikasikan terlebih dahulu melalui radio, dan berita rencana kunjungan itu akhirnya sampai ke Ketua PDRI yang segera menyelenggarakan rapat lengkap pimpinan PDRI di Sungai Naning, Lima Puluh Kota. Rapat menyepakati dua hal: Utusan yang datang, akan diterima; dan Mandat PDRI tidak akan diserahkan begitu saja sebelum bertemu/berembuk dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

 

Baca halaman berikutnya:

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.