Selasa, 21 September 21

60 Kader SOKSI Siap Ramaikan Pilkada Serentak

60 Kader SOKSI Siap Ramaikan Pilkada Serentak

Jakarta, Obsessionnews – Meski Partai Golkar memiliki dualisme kepengurusan. Namun, partai berlambang Pohon Beringin ini hampir bisa dipastikan bisa mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2015. Bahkan, organisasi sayap Golkar, Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) akan ikut andil dalam bursa Pilkada.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI, Ade Komaruddin. Ia mengungkapkan, setidaknya ada 60 kader SOKSI di seluruh wilayah di Indonesia akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah, dari tingkat bupati wali kota maupun gubernur.

“Sekitar 60 orang kader SOKSI yang akan mencalonkan Kepala Daerah diseluruh Indonesia,” ujar Ade Komarudin dikediamannya saat melakukan buka puasa bersama, Jakarta, Selasa (07/7/2015).

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, ‎mengatakan, pihaknya memberikan kebebasan kepada kader SOKSI untuk memilih partai mana akan dijadikan kendaraan politiknya. Sebab, selain dari Golkar kata Ade, ada juga kader SOKSI yang dicalonkan dari parpol lain.

“Kita tidak pernah takut mereka tidak bisa mencalonkan diri,” tegas Ade.

Adapun mengenai polemik Partai Golkar, Ade mengatakan, ‎besok Rabu (8/7) Komisi II DPR akan menggelar rapat terbatas dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa mengikuti Pilkada.

Rapat tersebut, inti poinya akan membahas mengenai Peraturan PKU tentang pelaksaan Pilkada. Dimana dalam peraturan tersebut, Golkar akan mengusulkan tentang siapa dan bagaimana kader Golkar bisa diusung untuk menjadi kepala daerah.
Menurut Ade, untuk menentukan siapa kader yang layak untuk dicalonkan sebagai kepala daerah. Kader tersebut harus mendapat restu dari kedua kubu. Namun jika tidak akan ditentukan berdasarkan survei. Bila, kader tersebut memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi, maka akan disetujui dua kubu untuk dicalonkan.

‎”Nanti ada satu pola yang bisa dijadikan solusi kedua belah pihak untuk bisa ikut Pilkada, melalui islah terbatas. Kalau yang sudah sama tidak perlu disurvei lagi,” jelas Ade.

Sebelumnya, dua kubu Partai Golkar antara Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono, belum memiliki kesepakatan ‎tentang kubu siap yang akan tanda tangan untuk mengusung kadernya menjadi kepala daerah. Namun, persoalan itu nantinya akan dipecahkan dalam rapat terbatas Rabu besok. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.