Kamis, 21 Maret 19

6 Fakta yang Jarang Diketahui Tentang Monas

6 Fakta yang Jarang Diketahui Tentang Monas
* Tugu Monas. (Foto Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mendengar kata Monumen Nasional (Monas) tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terlebih bagi warga Jakarta. Monas bukan hanya menjadi ikon kota Jakarta dan tempat wisata, lebih dari itu Monas juga perwujudan dari simbol jati diri bangsa.

Dengan bentuk yang khas dan luar area sampai 80 hektar, Monas juga memiliki peran penting sebagai ruang terbuka hijau di pusat Jakarta. Dalam beberapa kesempatan Monas pun sudah menjadi tempat perhelatan berbagai acara penting dan akbar untuk negara.

Berbicara soal Monas banyak fakta-fakta menarik yang belum diketahui banyak orang. Kami merangkumnya menjadi enam fakta.

1. Pembangunan Sempat Ditentang

Dibangun pada 17 Agustus 1961. Pembangunan Monas ternyata sempat ditentang oleh berbagai kalangan, khususnya mahasiswa. Alasannya cukup sederhana Pemerintahan Presiden Sukarno waktu itu dianggap telah melakukan pemborosan dengan membangun Monas.

Tinggi Monas yang 132 meter itu merupakan salah satu proyek mercusuar Presiden Soekarno, selain Gelora Bung Karno dan banyak tugu lainnya. Meski sempat ditolak karena Indonesia lebih banyak membutuhkan pembangunan infrastruktur pasca kemerdekaan, akhirnya pada 12 Juli 1975, Monas dibuka untuk umum.

2. Ganti Nama Beberapa Kali

Tugu yang berdiri tegak di depan Istana Presiden itu dikenal dengan berbagai nama. Mulai dari Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Namun sampai ini masyarakat lebih populer menyebutnya Monas.

3. Dermawan dari Aceh

Lidah api Monas yang dilapisi emas seberat 28 kilogram itu tidak lain adalah
pemberian dari Teuku Markam, seorang saudagar yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Semasa hidupnya, Teuku Markam terus berjuang membela tanah air dan kemudian meninggal pada tahun 1985.

Saat pertama kali dibuat, emas yang digunakan untuk melapisi lidah api mempunyai berat 35 kilogram. Tetapi pada tahun 1995, saat Indonesia merayakan ulang tahun emas kemerdekaan yaitu 50 tahun lapisan emasnya ditambah lagi hingga seberat 50 kilogram.

Lidah api ini melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia yang berkobar saat melawan penjajah.

4. Menyimpan Banyak Makna

Rancang Bangunan yang Memiliki Arti
Bentuk Monas sebenarnya melambangkan lingga dan yoni. Lingga adalah tiang tanda kelaki-laki yang melambangkan kesuburan dan yoni adalah landasan obelisk yang melambangkan perempuan yang feminin.

Ide ini berasal dari Soekarno sendiri. Bentuk monas juga sering disandingkan dengan alu dan lesung, untuk menumbuk padi. Ukuran Monas melambangkan tanggal Kemerdekaan RI, yakni tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter.

Sedangkan rentang tinggi antara ruang museum sejarah ke dasar cawan adalah 8 meter (3 meter di bawah tanah ditambah 5 meter tangga menuju dasar cawan). Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45 x 45 meter.

5. Tempat Perhelatan PRJ Pertama

Sejak diadakan pertama kali pada 1968, Pekan Raya Jakarta diadakan di Monas. Ini berlangsung sampai 1991 setiap tahunnya. Awal penyelenggaraan PRJ lebih dikenal dengan nama Pasar Malam Gambir.

6. Tidak Sekadar Tugu

Fasilitas di area Monas kian ditingkatkan. Mulai dari pengaturan fasilitas, keamanan, pembersihan tugu, serta penambahan fasilitas dan hiburan seperti lapangan olahraga, air mancur menari, pujasera, dan masih banyak lainnya yang dilakukan oleh Pemda DKI.

Jadilah Monas bukan sekadar tugu, melainkan destinasi wisata andalan warga Jakarta untuk berlibur dan menikmati ruang terbuka nan hijau di tengah pusat Jakarta. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.