57 Tahun BULOG dan Komitmen Mewujudkan Ketahanan Pangan

57 Tahun BULOG dan Komitmen Mewujudkan Ketahanan Pangan
Obsessionnews.com - Memiliki jaringan distribusi pangan terbesar bukan berarti Perum BULOG tidak memiliki misi penting. Menandai 57 tahun eksistensi, Bulog berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan keluarga Indonesia. Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Perum BULOG Sonya Mamoriska menyebutkan, komitmen tersebut telah diwujudkan dengan menghadirkan ragam produk untuk seluruh lapisan masyarakat. Produk yang dikeluarkan, bukan hanya berkualitas namun terjangkau. Baca juga:Transformasi BULOG Mengokohkan Perannya sebagai Tulang Punggung Rantai Pasok Pangan Indonesia "Beragam varian produk pangan berkualitas yang Perum BULOG miliki, selalu setia menemani para ibu di dapur sehingga memiliki opsi untuk menyediakan makanan terbaik untuk semua anggota keluarga," kata Sonya dalam acara Lifestyle Media Gathering "Mengantarkan Kebaikan untuk Para Ibu Indonesia" yang digelar di D’GAT 55 BULOG Business District, Jakarta, Rabu (7/8). Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Bisnis Perum BULOG Febby Novita, Pendiri dan Direktur The Nusa Indonesian Gastronomy Foundation Mei Batubara, Chef Ragil Imam Wibowo serta pasangan selebriti Indra Brasco dan Mona Ratuliu. Menurut Sonya, transformasi yang dijalankan BULOG mencakup pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga. BULOG ingin mendekatkan diri dengan konsumen, khususnya kalangan ibu. Baca juga: BULOG Serahkan 350 Paket Komoditi Pangan kepada ARM HA-IPB untuk Warga Cipendawa Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI), pengeluaran kalangan ekonomi kelas menengah naik drastis dari 13,9 persen menjadi 27,4 persen dari total pengeluaran. Kenaikan harga bahan pangan mengharuskan banyak keluarga untuk berhemat dengan memasak dari rumah. BULOG juga memiliki pengolahan pangan modern seperti 10 Sentra Penggilingan Padi (SPP) dan 1.600 gudang di seluruh provinsi Indonesia. Dengan begitu, kualitas produk pangan yang dihasilkan dapat terjamin keamanannya. "Transformasi yang sedang kami lakukan saat ini, tidak hanya tentang memperkuat posisi Perum BULOG pada rantai pasok pangan, tetapi juga untuk lebih mendekatkan diri kami kepada para konsumen, terutama para ibu yang memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga," kata Sonya. Baca juga:Ketahanan Pangan Pasca Pandemi, Upaya Perum BULOG Lewat Program Mitra Tani Perkembangan teknologi dan tantangan krisis iklim juga telah diantisipasi BULOG. Direktur Bisnis Perum BULOG Febby Novita menyebutkan, produk-produk BULOG bisa didapatkan secara daring maupun luring. Selain itu, BULOG juga melakukan penetrasi pada pasar-pasar tradisional dan berbagai jaringan ritel modern, termasuk BOSS Food di 2 kota besar dan 19.500 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Mengantisipasi krisis pangan akibat cuaca ekstrem, BULOG menyerap beras dari petani lokal menjadi cadangan pangan. "BULOG itu operator dari Badan Pangan Nasional. Kita diminta juga membuat cadangan pangan. Namun BULOG juga sahabat petani, kita beli gabah dengan harga pasar, kita produksi sendiri dan bisa berinovasi," tuturnya. Inovasi yang dimaksud berupa ragam produk beras berkualitas premium dan halal. Untuk menjaga kualitas, BULOG bahkan melakukan audit. "Produk Perum BULOG berkualitas premium dan halal seperti Punokawan, Belinda, Fortivit yang mengandung vitamin dan mineral, Befood Sentra Ramos, Befood SLYP Super dan lainnya, merupakan wujud komitmen Perum BULOG untuk hadir bagi berbagai kalangan masyarakat dan memberikan kualitas serta pelayanan yang prima,” kata dia. (Erwin)