Minggu, 22 Mei 22

Insiden Tolikara Mencoreng Wajah Bangsa Kita

Insiden Tolikara Mencoreng Wajah Bangsa Kita

Jakarta, Obsessionnews – Kita menyaksikan bahwa kerukunan hidup antarumat beragama di negara yang pluralis ini tetap dapat kita pertahankan dan lestarikan, walaupun di sana-sini masih banyak pekerjaan rumah yang perlu kita selesaikan.

Salah satunya adalah memberikan pemahaman yang utuh kepada seluruh rakyat tentang perlunya mempertahankan kerukunan antarumat beragama yang merupakan modal penting bagi tetap terjaganya persatuan bangsa.

“Dengan semangat Idul Firi pula kita memandang bahwa insiden Tolikara telah mencoreng wajah kita sebagai bangsa karena ulah sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab yang telah merusak rumah ibadah kaum Muslim setempat serta melakukan pembakaran terhadap sejumlah rumah dan tempat berjualan,” kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, Sabtu (18/7/2015).

“Kita sangat prihatin dengan kejadian ini karena tidak diantisipasi sebelumnya oleh aparat penegak hukum serta Pemerintah Daerah setempat. Kejadian ini semestinya tidak terjadi jika saja telah ada pemantauan yang dilakukan oleh aparat Pemda Papua serta aparat keamanan yang bertugas mengamankan jalannya salat Idul Fitri di Tolikara,” tambahnya.

Menurut Irman, insiden Tolikara harus merupakan kejadian terakhir semacam itu sebab persatuan bangsa yang ditopang antara lain oleh kerukunan hidup antarumat beragama merupakan modal penting bagi tetap terpeliharanya stabilitas nasional.

Ia menegaskan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, kita mengimbau kepada aparat penegak hukum di seluruh Tanah Air untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap semua potensi gangguan keamanan yang dapat merusak persatuan bangsa.

“Semua pelaku serta pihak manapun yang terlibat dalam insiden Tolikara harus diproses secara hukum agar kejadian serupa tidak akan terulang lagi baik di Papua maupun di bagian lain dari negeri kita,” tuturnya.

Irman menyarankan, para tokoh lintas agama perlu lebih meningkatkan dialog dengan masyarakat dalam memberikan pemahaman tentang kondisi puralitas bangsa serta perlunya solidaritas di antara berbagai kelompok masyarakat yang beragam ini sebagai modal utama dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Keragaman adalah kekuatan kita sejak Republik Indonesia diproklamirkan, bahkan jauh sebelum itu dimana tokoh-tokoh dari berbagai daerah di Tanah Air membulatkan tekad untuk membangun negara ini seperti yang dilakukan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” tandasnya.

Bagi kaum Muslimin yang masih berada dalam suasana Idul Firi, lanjut Irman, kita mengimbau agar menunjukkan sikap kedewasaan dan keteladanan dalam menjaga keutuhan bangsa, sebab Idul Fitri membawa kita lebih dekat kepada Sang Khalik dan dengan rahmatNya pulalalah negara dan bangsa ini tetap terjaga keutuhannya selama ini.

“Kepada rekan-rekan dari media massa di seluruh Tanah Air kami mengimbau untuk turut menyejukkan suasana dan tidak menurunkan berita-berita dan analisis yang dapat memperkeruh keadaan,” harap Ketua DPD RI. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.