Jumat, 27 Mei 22

50 Persen Kosmetik yang Dijual Via Online Palsu

50 Persen Kosmetik yang Dijual Via Online Palsu

Pontianak, Obsessionnews –  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak mengelar operasi gabungan nasional pada 1 – 4 Desember 2015. Ditemukan 140 produk obat dan kosmetik tanpa izin edar (ilegal) yang dikemas dalam 2.481 kemasan dengan nilai taksiran mencapai Rp146.165.500.

Menurut Kepala BBPOM Pontianak, Corry Panjaitan, operasi yang digelar BBPOM Pontianak sebagai bentuk tindaklanjut dari surat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan No PY.06.1.72.11.1.5.5141 pada Rabu, (18/11) tentang pelaksanaan operasi gabungan nasional tahun 2015.

“Sasaran dari operasi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak 30 November hingga 4 Desember 2015 adalah tempat-tempat distribusi yang mengedarkan obat-obat tradisional, makanan dan kosmetik yang diduga melanggar hukum,” jelasnya kepada Obsessionnews, Selasa (8/12).

Ia mengungkapkan, Di Kalimantan Barat digelar operasi serentak di dua tempat yakni di Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah. Operasi gabungan yang dilaksanakan di Kota Pontianak, berhasil ditemukan sejumlah 103 produk kosmetik TIE (Tanpa Izin Edar) yang dijual secara online, seperti Glansie Beauty Cream, Glansie Beauty Care, Temulawak, Cordisep dan Naked dengan total 2.010 buah yang ditaksir mencapai Rp. 141.044.000.

Sementara, untuk operasi gabungan yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah BBPOM berhasil ditemukan sejumlah 37 produk obat, obat keras, obat tradisional, kosmetik tanpa izin edar seperti Gigi Sakti Raja, Kakak Tua, Zambux, Jamu Cap Kuda Liar, Phi Kang Suang, Dumocyline, Pond’s White Beauty dengan total 471 kemasan dengan nilai ditaksir mencapai Rp. 5.121.500.

“Atas perbuatan mengedarkan farmasi tanpa izin edar, sebagaimana diatur dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan pengedar produk akan diancam pidana 15 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp 1,5 miliar,” paparnya.

“Data resmi BPOM secara nasional menyebut terdapat 50 persen produk kosmetik yang diperjualbelikan melalui online adalah palsu atau tanpa izin edar, semoga masyarakat dapat memilih barang-barang obatan maupun kosmetik yang sehat dan legal,” tandasnya. (Saufie)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.