Sabtu, 1 Oktober 22

5 Hal Tentang Pelukis Telanjang Paula Modersohn-Becker

5 Hal Tentang Pelukis Telanjang Paula Modersohn-Becker
* Laman Google Doodle menghiasi sosok pelukis Paula Modersohn-Becker, Kamis (8/2/2018).

Jakarta, Obsessionnews.com – Pelukis ternama asal Jerman Paula Modersohn-Becker merupakan wanita pertama yang melukis potret dirinya dalam keadaan telanjang.  Lukisan tanpa busana itu tidak membuatnya terlalu peduli pada harapan tradisional atau institusi yang membatasi sebagian besar wanita Eropa pada pergantian abad ke-20.

Kisahnya menginspirasi masyarakat dunia. Tak heran, pada ulang tahun ke-142, Google Doodle turut merayakan dengan menampilkan ciptaan dari Golden Cosmos, sebuah duet seni yang berbasis di Berlin. Ilustrasi ini menampilkan Modersohn-Becker di tempat kerja, kuas dan bunga di tangan, dengan empat karya selesai di belakangnya.

Berita tentang Paula Modersohn-Becker juga menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia, Jumat (9/2/2018), pukul 11.09 WIB, berita tersebut dicari lebih dari 2.000.000 kali.

 

Sebenarnya orang tua Paula menginginkannya menjadi seorang guru, dan memintanya untuk meninggalkan ‘egotisme’ nya untuk menjalankan tugasnya dengan benar. Sebagai ganti, dia menjadi salah satu seniman paling produktif di masa itu, dan membantu memunculkan gerakan modernis bersama Pablo Picasso dan Henri Matisse.

Lalu siapa Paula Modersohn-Becker? 5 hal yang perlu diketahui seperti dilansir laman Time:

Modersohn-Becker hanya menjual tiga lukisan, tapi dia mengejar pekerjaannya dengan keganasan yang didorong oleh perasaan bahwa dia telah ‘kehilangan’ dua dekade pertama hidupnya.

Pada usia 18 tahun, Modersohn-Becker menantang orang tuanya untuk bergabung dengan koloni seniman di Worpswede, di Jerman utara. Di sana, dia bertemu dengan calon suaminya, Otto Modersohn seniman yang lebih tua dan dihormati.

Ingin belajar lebih banyak tentang seni modern, Modersohn-Becker segera setelah pindah ke Paris, dan mendorong Modersohn untuk bergabung dengannya. Keduanya bertunangan, pada saat mana keluarganya turun tangan dan mengirim Modersohn-Becker ke sebuah sekolah memasak untuk mempersiapkan pernikahannya yang akan datang. Tapi Modersohn-Becker menolak mengesampingkan ambisi dan sikat catnya, dan dengan berani menyatakan bahwa dia ‘akan menjadi seseorang’. Karya-karyanya sering menampilkan wanita biasa, sering dicat telanjang, saat mereka tidur, disusui dan berkebun.

Pada tahun 1906, artis produktif itu melukis sebanyak 80 gambar. Modersohn-Becker meninggal pada usia 31 tahun saat terjangkit penyakit emboli, 18 hari setelah melahirkan putrinya.

Buah literal dari persalinannya Modersohn-Becker melukis labu, ceri dan lemon diperingati oleh temannya, penyair Jerman Rainer Maria Rilke, dalam pesannya kepadanya berbunyi ‘Requiem for a Friend’. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.