Selasa, 26 Oktober 21

IHSG Dibuka Melemah 4,11 poin

IHSG Dibuka Melemah 4,11 poin

Jakarta, Obsessionnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka turun tipis 4,11 poin atau 0,10 persen menjadi atau 0,10 persen menjadi 4.940,67, mengantisipasi hasil referendum Yunani.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 0,88 poin menjadi 848,45. (Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 40,72 Poin)

Analis Samuel Sekuritas Ruliff di Jakarta, Jumat, mengatakan sebagian investor masih menahan transaksinya di pasar saham mengantisipasi hasil referendum Yunani pada 5 Juli mendatang.

“Beberapa investor mengambil langkah defensif mengantisipasi referendum Yunani,” katanya.

Kendati demikian, potensi indeks BEI kembali menguat masih terbuka menyusul langkah Bank Indonesia yang kembali melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui penyesuaian giro wajib minimum, serta pelonggaran batas atas “loan to funding ratio“.

“Itu mendukung optimisme pelaku pasar akan membaiknya pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa Yunani yang gagal membayarkan pinjaman pada dana moneter internasional (IMF) itu akan menggelar referendum di mana rakyatnya akan memilih apakah akan menerima pengetatan sebagai syarat berlanjutnya bantuan internasional atau tidak.

“Pihak investor menunggu referendum Yunani, akibatnya mayoritas saham Eropa ditutup turun, demikian pula dengan indeks bursa Amerika Serikat (AS). Pelemahan atas indeks Eropa dan AS itu mempengaruhi pergerakan indeks Asia, termasuk IHSG,” katanya.

Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 111,19 poin (0,42 persen) ke tingkat 26.171,13, indeks Nikkei turun 91,25 poin (0,44 persen) ke tingkat 20.431,25, dan indeks Straits Times menguat 9,50 poin (0,29 persen) ke posisi 3.337,01.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.