Minggu, 25 Oktober 20

4 Seruan Menpora Hadapi New Normal

4 Seruan Menpora Hadapi New Normal
* Menpora Zainudin Amali. (Foto: Dokumen Kemenpora)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali turut menyuarakan kepada masyarakat agar siap menghadapi sebuah tatanan hidup baru atau new normal di tengah situasi pandemi corona yang belum hilang.

Menurutnya, masyarakat memang tidak boleh terkurung selamanya tanpa ada aktvitas apa pun. Meski disadari corona belum hilang, namun kebijakan pemerintah untuk menerapkan new normal adalah sesuatu yang tepat. Sebab, pemerintah tak ingin ekonomi masyarakat berhenti karena corona.

“New normal adalah suatu pilihan yang tepat. Pemerintah ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, namum dengan sebuah tatatan yang baru tanpa sedikit pun mengabaikan persoalan kesehatan,” ujar Menpora Zainudin saat dihubungi, Sabtu (13/6/2020).

Karena itu kepada semua masyarakat khususnya juga para atlet, Zainudin meminta dalam menghadapi new normal ini, hendaknya ada empat hal yang harus terus diperhatikan dan diterapkan. Pertama, tetap memakai masker, selalu jaga jarak, rajin cuci tangan, dan terakhir olahraga yang cukup.

“Jadi empat kuncinya itu, dalam new normal ini kita harus selalu pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, dan jangan lupa olahraga. Insya Allah aman dari corona,” jelasnya.

Bilboard Menpora di Gombong, Kebumen, Jateng tentang ajakan new normal.

Zainudin menambahkan, menyambut normal baru Kemenpora juga telah mengeluarkan Surat Edaran Menpora No 6.11.1/MENPORA/VI/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Kegiatan Kepemudaan Dan Keolahragaan Dalam Mendukung Keberlangsungan Pemulihan Kegiatan Melalui Adapatasi Perubahan Pola Hidup Dalam Tatanan Normal Baru.

Protokol kesehatan tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi setiap cabang olahraga untuk memulai kegiatan pelatnas dan kompetisi pada era new normal. “Ini sebagai panduan umum karena karakter setiap cabor berbeda-beda.”

Namun, secara khusus ada tiga jenis aktivitas olahraga yang diatur meliputi kegiatan pelatnas/pelatda, kejuaraan, dan olahraga rekreasi.

Adapun Kemenpora membagi tahapan kegiatan pelaksanaan olaharaga menjadi tiga tahapan.

Pada tahap pertama, kegiatan olahraga boleh dilakukan oleh setiap induk cabor individu dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat, salah satunya yakni melakukan tes PCR bagi seluruh anggota.

Sementara itu, kegiatan olahraga tim masuk dalam tahap kedua. “Pelatnas/pelatda/pelatprov/pelatkab/pelatkot dan latihan klub dapat dilakukan oleh induk cabang olahraga khusus individu,” demikian isi surat edaran tersebut.

Meskipun demikian, Kemenpora belum menjabarkan secara detail terkait kapan waktu pelaksanaan dari setiap tahapan.

Hal itu dikarenakan waktu pelaksanaan masih terus disesuaikan dengan perkembangan terkini penyebaran virus corona serta kebijakan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Adapun tahap kedua mengatur uji kegiatan kejuaraan dalam negeri. Dalam tahapan kedua, disebutkan bahwa kompetisi olahraga bisa kembali digelar apabila sudah mendapatkan izin dari pemerintah.

Kompetisi tersebut tentu saja harus dilakukan secara terbatas dan tanpa penonton mengingat digelar di tengah pandemi virus corona.

Kemenpora juga menjelaskan, apabila ingin menggelar kejuaraan, semua atlet dan ofisial diwajibkan menunjukkan hasil tes PCR serta dites suhu tubuhnya sebelum memasuki lokasi pertandingan.

Sementara itu, kompetisi baru bisa dilangsungkan dengan penonton di tahap ketiga. Pada tahap ini, Kemenpora juga sudah mengizinkan melakukan uji coba kompetisi dalam dan luar negeri.

Meskipun sudah diizinkan menggelar kompetisi dengan penonton, Kemenpora tetap membatasi jumlahnya, yakni maksimal 30 persen dari kapasitas yang tersedia.

Penonton yang boleh menyaksikan kompetisi pun diatur, yakni usia minimal 17 tahun hingga 45 tahun dan harus menunjukkan hasil negatif tes PCR.

Lebih lanjut, kegiatan olahraga nasional akan terus dipantau oleh KOI, KONI, dan unsur Dispora terkait.

Penanggung jawab setiap kegiatan diwajibkan melapor secara berkala terkait pelaksanaan aktivitas olahraga kepada Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.