Senin, 20 September 21

38 Tahun Teater Koma Tetap Eksis

38 Tahun Teater Koma Tetap Eksis
* Lakon 'Inspektur Jendral'. (Foto: Mariana/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Teater Koma salah satu teater yang hingga kini tetap eksis. Teater ini aktif memproduksi karya seni pertunjukan di Indonesia. Teater yang banyak mengangkat cerita dalam negeri maupun luar negeri ini selalu membuat decak kagum dari para penikmat pertunjukan mereka.

November 2015 merupakan bulan yang penting untuk N. Riantiarno, Ratna Riantiarno dan kawan-kawan. Mengapa? Teater Koma menyelenggarakan pementasan yang berjudul Inspektur Jendral di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta, 6-15 November 2015. Pementasan itu dibalut dengan konsep pewayangan. Naskahnya diadaptasi dari naskah klasik Rusia yang berjudul Revizor karya Nikolai Gogol.

“Lakon Inspektur Jendral ini diadaptasi dari kisah klasik Rusia dan ini pertama kalinya naskah tersebut dipentaskan oleh Teater Koma. Secara garis besar ceritanya tidak akan jauh berbeda. Hanya tokoh-tokohnya akan dibawakan menjadi wayang. Sehingga masih menggambarkan kondisi Indonesia,” tutur N. Riantiarno yang akrab dipanggil Nano, sang sutradara, pekan lalu.

Teater Koma yang berdiri pada 1 Maret 1977 di Jakarta ini telah mementaskan banyak naskah, terutama naskah sang pendiri Nano Riantiarno. Naskah tersebut antara lain Rumah Kertas, Maaf.Maaf.Maaf., J.J,  Trilogi OPERA KECOA (Bom Waktu, Opera Kecoa, Opera Julini), Sampek Engtay, dan Republik Cangik.

Teater Koma juga pernah menggelar lakon tentang dramawan kelas dunia, yakni William Shakespeare, Georg Buchner, Bertolt Brecht, Moliere, Beaumarchaise, Georage Orwell, Alfred Jarre, Freidrich Schiller, Friedrich Durerenmartt, dan Evald Flisar.

Teater yang sudah berumur 38 tahun ini sering mementaskan pertunjukan di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan GKJ. Setiap pementasan Teater Koma selalu menyampaikan pesan moral buat penonton.

“Kalau Ratna yang mencari uang, saya yang menghabiskan uang. Ya, tentunya buat pementasan Teater Koma,” tutur Nano.

Suami Ratna Riantiarno ini dan Teater Koma tetap yakin dengan pertunjukan teater dapat menjadi jembatan suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. (Mariana)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.