Minggu, 17 Oktober 21

3000 Pelajar Bandung Ikuti Pawai Obor

3000 Pelajar Bandung Ikuti Pawai Obor

Bandung, Obsessionnews – Dalam rangka memperingati Bandung Lautan Api (BLA), sekitar 3000 pelajar mengikuti pawai obor. Sejumlah ruas jalan menjadi saksi semangat para pelajar di Bandung ini untuk menghormati para pahlawan pencetus peristiwa BLA.

“Ya jalan dari Tegallega menuju ke kantor pemkot atau sebaliknya tidak seberapa lah bila dibanding Pahlawan Toha dulu,” ujar Rini, salah seorang  peserta pawai obor, Senin malam (23/3/2015).

Rute yang dilewati mulai dari lapangan Wastukencana menuju jalan Tegallega  sekitar 10 km dilalui para pelajar ini dengan penuh keceriaan, betapa tidak dengan usianya yang cukup belia, ditambah pengalaman jalan jalan malam tidaklah pernah mereka lakukan seperti itu.

pawai obor2

Umumnya, jalan-jalan yang kerapkali dilalui pelajar usia SMP dan SMA hanya sebatas ke mall ataupun ke supermarket. Karena itu,  pengalaman pawai obor sangat berharga untuk mereka. “Asiklah sambil jalan-jalan membawa obor dan bernyanyi, ga terasa perjalanan meski cukup jauh,” papar Agus, pelajar peserta pawai obor.

Pawai obor yang dilaksanakan sekitar 3000 pelajar ini merupakan rangkaian dari peringatan hari Bandung Lautan Api setiap tanggal 24 Maret per tahun, dan tahun ini merupakan peringatan BLA yang ke 69.

Menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil, usai menyulut obor pertanda dimulainya pawai obor tersebut, Pahlawan Mohammad Toha patut menjadi cerminan jiwa remaja saat ini yang tidak mudah menyerah, berjuang membela kedaulatan dan kemauan yang keras untuk membela kaumnya.

pawai obor3

Ia pun berharap, peristiwa Bandung Lautan Api yang sudah 69 tahun seyogyanya menjadi penyemangat warga kota Bandung dalam memperjuangkan kejayaan daerahnya, sehingga dapat mewujudkan pribadi yang rela berkorban dan bangkit dari kesulitan.

Sekitar 200 ribu rumah yang sengaja di bakar oleh warga Bandung, demi menyelamatkan kedaulatan bangsa patut diacungkan jempol, karena warga Bandung tidak rela daerahnya ditempati penjajah NICA Belanda dengan sekutunya. Mereka rela membakar rumahnya sendiri demi harga diri bangsa dan rela berjalan kaki ke Bandung Selatan sekitar 30 kilometer dalam kondisi yang serba kekurangan, keikhlasan inilah yang patut dicontoh warga Bandung. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.