Selasa, 14 Juli 20

300 Massa Aksi Tolak Kriminalisasi KPK Terhadap BG

300 Massa Aksi Tolak Kriminalisasi KPK Terhadap BG

Jakarta – Ditetapkannya Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi dengan sangkaan melanggar pasal 12 a atau b, pasal 5 ayat 2, pasak 11, 12 B UU tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH pidana, memancing pro kontra di kalangan publik.

Aksi Koalisi Sipil Anti Kriminal mendukung kebijakan Jokowi  menetapkan BG sebagai calon tunggal Kapolri, tetapi menolak petetapan BG sebagai tersangka KPK.

“Kami mendukung kebijakan Jokowi untuk mempercepat pengangkat Kapolri baru Budi Gunawan menggantikan Kapolri lama Jendral Sutarman, karena kebijakan Jokowi ini merupakan hak progratifnya,” ungkap Jubir Koalisi Masyarakat Sipil Anti KekerasanTopan dalam orasinya di depan gedung DPR RI,  Senayan, Rabu (14/1/2014).

Menurutnya, meski sudah ditetapkan menjadi tersangka namun sampai saat ini BG belum mengundurkan diri sebagai calon Kapolri sehingga dia masih diharapkan oleh sebagian publik.

“Kita butuh sosok Kapolri yang memiliki visi, loyalitas serta integritas tinggi pada negara, dimana negara Indonesia telah menghadapi berbagai maraknya aksi premanisme, gerakan radikal ISIS  maka ini sebagai alasan Jokowi pula untuk mengajukan nama Komje Pol Budi Gunawan sebagai calon tunggal kapolri!” teriak Topan.

Mereka juga menilai tes and propertis di Senayan merupakan sikap yang tidak menghormati keputusan Preaiden RI Joko Widodo.

Selain itu, ia menilai tindakan Ketua KPK Abraham Samad dalam memutuskan BG sebagai etrsnagka penuh dengan sarat muatan politik (kepentingan) politik adu domba, pesanan para elite serta mengesampingkan aspek visibilitas ketahanan negara yang kuat.

Di tempat yangs ama, Wildan dalam orasinya menduga KPK menjadi alat kepentingan para elite daripada penegak hukum yang jujur dan berpikir panjang mengenai ketahanan masa depan bangsa.

Massa yang hadir sebanyak 300 orang. Adapun tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan antara lain:
1. Menolak kriminalisasi terhadap Komje Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
2. Mendukung pengngkatam Budi Gunawan sebagai Kapolri pilihan Presiden Jokowi Dodo.
3. Mengutuk upaya adu domba KPK-Polri oleh sejumlah elite yang berkepentingan atas stabilitas ketahanan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
4. Meminta Anggota DPR RI Komisi III dan sejumlah penegak hukum untuk mengusut kriminalitas oleh KPK terhadap Komjen Budi Gunawan.
5. Meminta kepada anggonta DPR RI untuk segera dan terus melanjutkan proses test and propertes Kapolri Budi Gunawan.
6. Meminta KPK untuk menghormati kapolri pilihan presiden, karena pilihan presiden atas Budi Gunawan lebih berdasarkan pada pertimbangan keamanan seeta prnguatan Negara atas maraknya aksi terorisme dan ancaman diaintegritas bangsa (TNI-POLRI.

Adapun prestasi karir yang disebut-sebut Budi Gunawan ditakuti, disegani, serta dapat membawa dampak harmonis TNI-Polri serta keamanan bagi masyarakat di Indonesia diantaranya :
1. Ajudan Presiden RI Megawati Soekarno Putri 2001-2004
2. Kalemdiklat Polri 2012-sekarang
3. Kapolda Jambi
4. Kapolda Bogor
5. Kadiv Propam Polri
6. Kadiv Binkum Polri
7. Kapolda Bali
8. Kaselapa Lemdiklat Polri
9. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. (Asm)

Related posts