Minggu, 26 September 21

30 Tahun Warga Tunggu Ganti Rugi Pembebasan Tanah

30 Tahun Warga Tunggu Ganti Rugi Pembebasan Tanah

Ketapang, Obsessionnews – Penjabat (Pj) Bupati Ketapang Kartius didampingi Asisten II Farhan SE, Asisten III Tanam, Kepala Bapeda Mahyudin, Dinas Perhubungan, pihak Bandara Rahadi Oesman Ketapang, BPN Ketapang dan Kepala Bagian Setda Ketapang, mengelar pertemuan dengan warga sekitar Bandara Rahadi Oesman yang berlangsung di Pendodo Rumah Dinas Jabatan Bupati Ketapang pada Kamis (3/12).

Menurut pantauan obsessionnews, sebanyak 18 warga dekat Bandara hadir dalam pertemuan tersebut membahas masalah pembebasan lahan yang dilakukan pihak Bandara untuk digunakan pelebaran landasan pacu bandara.

Pj Bupati Kartius mengakui, masyarakat menuntut tanah yang belum diganti rugi untuk pelebaran landasan pacu Bandara. “Masalah tersebut sudah beberapa lebih dari 30 tahun dan tidak selesai-selesai, kita berupaya untuk mencari solusi dan kejelasan dalam pertemuan ini,” tegasnya.

Menurut Kartius, penyebab dari lamanya proses ganti rugi ini karena tidak ada titik temu antara warga dengan pemerintah tentang harga tanah tersebut. “Karena masyarakat juga tidak boleh meminta ganti rugi dengan harga yang tinggi dan terkesan semaunya karena ada aturan yang mengaturnya,” jelas Bupati Ketapang.

tunggu ganti rugi12

“Ganti rugi yang di maksud dengan melihat NJOP harga umum di pasar kemudian tim appraisal melakukan penetapan setelah itu mengundang masyarakat untuk mencari titik temu kesepakatan kedua belah pihak,” terangnya.

Ia memaparkan, setelah Tim Appraisal terbentuk melakukan penetapan dan masyarakat juga bisa melakukan banding jika nilai yang ditetapkan terlalu rendah, kemudian tim akan melakukan diskusi kembali dengan pihak terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendapatan Dearah (Dispenda), Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Kejaksaan Negeri serta pihak yang berkompeten.

“Proses ganti rugi tanah masyarakat tersebut mengalami kendalan dikarenakan belum dianggarkan dalam APBD 2016, karena sudah ketuk palu, tetapi diupayakan masuk dalam APBD murni 2016,” tandas Bupati kepada Obsessionnews.

tunggu ganti rugi13

Kartius pun meminta masyarakat agar tetap bersabar dengan menunggu proses ganti rugi tanah mereka oleh tim yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Bupati mengimbau masyarakat yang tetap menjaga kemanan bandara demi kepentingan umum masyarakat Ketapang, dengan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan semua pihak.

Untuk diketahui, masyarakat sudah menunggu kepastian dari tahun 1980, hingga sekarang belum ada kejelasan terkait ganti rugi lahan Bandara Rahadi Oesman. Masyarakat pun meminta kepada pj Bupati Ketapang untuk menuntaskan masalah ini sehingga masyarakat mendapat keadilan. (Saufie)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.