Sabtu, 4 Februari 23

Badingah Sukses Dongkrak Pariwisata Gunungkidul

Badingah Sukses Dongkrak Pariwisata Gunungkidul
* Bupati Gunungkidul  Badingah. (Sumber foto: http://www.transformasi.org)

Kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang dibentuk Bupati Gunungkidul  Badingah sukses mendongkrak sektor pariwisata. Berkembangnya pariwisata berimplikasi ikut andil menurunkan angka kemiskinan. Pada tahun 2015 angka kemiskinan di Gunungkidul sebesar 21,73%, lalu turun menjadi 19,34% pada tahun 2016. Angka kemiskinan kembali turun menjadi 18,65% pada tahun 2017.

 

Gunungkidul, Obsessionnews.com – Berorganisasi menjadi bagian dalam perjalanan hidup Badingah. Sejak remaja Badingah mengisi waktunya dengan berkecimpung di berbagai organisasi di kota kelahirannya, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yoyakarta (DIY). Ia aktif di Aisyiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Himpunan Wanita Karya (HWK), Palang Merah Indonesia (PMI), Wanita Islam, Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN OTA), dan lain-lain.

Aktivitasnya di berbagai organisasi tersebut membuatnya populer di Gunungkidul. Dan hal itu merupakan modal baginya ketika terjun ke dunia politik. Ia digandeng sebagai calon wakil bupati (cawabup) Gunungkidul oleh tokoh masyarakat Suharto pada Pilkada 2005. Duet Suharto-Badingah berhasil memenangkan pilkada tersebut.

Selanjutnya pada Pilkada Gunungkidul 2010 Badingah kembali maju sebagai cawabup. Kali ini Badingah berpasangan dengan Sumpeno Putro. Pasangan Sumpeno-Badingah tampil sebagai juara.

Tahun 2011 Sumpeno meninggal dunia karena serangan jantung. Badingah kemudian naik kelas menjadi bupati, sedangkan kursi wakil bupati yang ditinggalkannya diisi oleh Immawan Wahyudi. Badingah menjadi Bupati Gunungkidul periode 2011-2015.

Atas desakan berbagai elemen masyarakat Badingah maju sebagai calon bupati (cabup) pada Pilkada Gunungkidul 2015. Alumni STISIPOL Kartika Bangsa ini menggandeng Wakil Bupati petahana Gunungkidul Immawan Wahyudi. Duet Badingah-Immawan diusung oleh PAN, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP. Hasilnya, Badingah- Immawan memenangkan kompetisi tersebut.

Badingah-Immawan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X atas nama Presiden RI di Bangsal Kepatihan pada 18 Februari 2016. Badingah-Immawan menjabat hingga 2020.

Keberhasilan Badingah kembali meraih kekuasaan tersebut membuktikan ia memiliki pengaruh besar dan dicintai rakyatnya. Wanita kelahiran Gunungkidul, 17 September 1949 ini memang sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Salah satu program prioritas Badingah adalah mendokrak pariwisata Gunungkidul. Untuk mewujudkan hal itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menggerakkan peran aktif masyarakat lewat kelompok sadar wisata (pokdarwis).  Saat ini terdapat 30 pokdarwis yang aktif mengelola wisata dan memperoleh pendapatan langsung dari sektor pariwisata. Di pokdarwis terdapat usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka kepariwisataan, yang itu semua memiliki dampak ekonomi secara langsung terhadap anggotanya. Dengan adanya pokdarwis  ini pariwisata Gunungkidul berkembang pesat,  yang menyebabkan perekonomian warga pokdarwis terdongkrak.

Badingah berhasil mendongkrak pariwisata Gunungkidul, yang berimplikasi ikut andil menurunkan angka kemiskinan. Pada tahun 2015 angka kemiskinan di Gunungkidul sebesar 21,73%, lalu turun menjadi 19,34% pada tahun 2016. Angka kemiskinan kembali turun menjadi 18,65% pada tahun 2017.

Semenjak dipercaya menjadi bupati, Badingah membuat bangga warganya. Pasalnya Gunungkidul meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Sepanjang 2016 Gunungkidul menyabet 15 penghargaan di ajang nasional dan internasional. Penghargaan di tingkat nasional antara lain Top 99 dan Top 35 untuk inovasi pelayanan public dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan Kepala Daerah Inovatif,

Sedangkan di tingkat internasional Gunungkidul menggondol penghargaan dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang berkaitan dengan Geopark Gunungsewu. Penghargaan UNSECO tersebut sebagai pengukuh keberadaan  Geopark Gunungsewu di mata dunia.

Tahun 2017 prestasi Gunungkidul semakin bersinar dengan meraih 19 penghargaan. Di antaranya Best Communicators 2017 kategori pimpinan daerah, Juara I kategori wisata unik terpopuler Goa Jomblang, Penghargaan Kabupaten Segat Swastisaba Wistara, Kabupaten Peduli HAM, dan Bupati Enterpreneur Award 2017.

Badingah mengungkapkan berbagai penghargaan tersebut dijadikan semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Ia terus terang menyatakan kebangaannya dengan 19 penghargaan yang berhasil diraih sepanjang 2017.

“Prestasi ini dapat dicapai berkat kerja sama dengan semua pihak. Semua memiliki peran, karena tidak bisa diraih hanya orang per orang,” tutur Badingah dalam jumpa pers di Rumah Makan Pak Koes di Desa Gedangrejo, Karangmajo, Rabu (20/12/2017).

Badingah menegaskan, prestasi tersebut sebagai bukti kerja keras yang dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul. Selain itu apa yang dilaraih dijadikan momentum untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dia berharap agar seluruh pegawai di lingkup Pemkab Gunungkidul dapat meningkatkan kinerja untuk menunjang kegiatan dalam pelayanan.

“Dengan penghargaan itu, kita tidak boleh puas, namun dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” tandasnya.

Badingah menikah dengan Muh. Wasito Donosaroyo dan dikaruniai tiga anak. Suaminya telah meninggal dunia.

Dalam usianya yang lebih dari 68 tahun Badingah masih bersemangat bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya. Elan atau semangat perjuangannya yang menyala-nyala itu tentu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.