Selasa, 20 Agustus 19

23 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla, Adakah Keterlibatan Korporasi?

23 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla, Adakah Keterlibatan Korporasi?
* Kasus kebakaran hutan dan lahan. (Foto: medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Aparat Kepolisian telah menetapkan 23 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Para tersangka sedang menjalani proses hukum di sejumlah kantor polisi yang menjadi wilayah hukum Polda Riau.

“Semuanya sudah ditangani, ada 23 sudah ditangani. Ada yang dari Polres Siak, sebagian besar tersangka dari Polda Riau,” ujar Kabiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Menurut Dedi, penangkapan terhadap 23 tersangka perkara karhutla tersebut terjadi sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini. Dari hasil pemeriksaan, motif para pelaku melakukan pembakaran tersebut untuk membuka lahan baru.

“Bakar lahan untuk membuka lahan baru, itu adalah hal-hal yang sifatnya tradisional, yang sifatnya kita ingatkan terus,” katanya.

Pembakaran dinilai lebih cepat dan efisien sehingga lahan bisa ditanami tanaman baru.  Dedi mengatakan membakar hutan dan lahan adalah cara lama yang biasa digunakan masyarakat hingga saat ini.

Menurut dia, para pelaku melakukan aksinya secara individu. Namun pihaknya sedang mendalami kemungkinan keterlibatan korporasi dalam kasus tersebut.

Dedi mengatakan TNI-Polri melakukan patroli terpadu untuk mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan dan hutan. Selain itu, sosialisasi agar masyarakat membuka lahan tidak dengan cara dibakar, pemerintah mengajarkan pola baru sebagai cara alternatif.

“Pemerintah juga mencari pola-pola baru mengajarkan masyarakat untuk bagaimana cara membuka lahan yang istilahnya lebih ramah lingkungan, tidak harus melakukan pembakaran-pembakaran seperti itu,” ungkap dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.