Rabu, 18 September 19

21 Tahun Diam, Fahri Hamzah: Saatnya Prabowo Buka Suara

21 Tahun Diam, Fahri Hamzah: Saatnya Prabowo Buka Suara
* Prabowo Subianto. (Foto: Twitter Prabowo))

Jakarta, Obsessionews.com – Meski Pemilu 2019 sudah selesai, publik kembali mengangkat kisah Tim Mawar dari Kopassus yang dikaitkan dengan penculikan aktivis 1998. Kejahatan HAM ini selalu dikaitkan dengan sosok Prabowo Subianto, dan isunya dimainkan berulang-ulang dalam momen politik,  terutama Pilpres.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berharap Prabowo Subianto mengungkapkan secara gamblang mengenai peristiwa penculikan aktivis 1998 yang selama ini dituduhkan kepada mantan Danjen Kopassus itu. Agar masyarakat terbuka.

“Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both sides). Ini PR Pak Prabowo,” kata Fahri melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Selasa (11/6/2019).

 

Baca juga:

SBY Minta Prabowo Cerita Tentang Kebaikan Ibu Ani

Pertemuan AHY dengan Jokowi Bukan Politik Rekonsiliatif Koalisi Prabowo

Politisi Demokrat Sebut SBY Kecewa dengan Pernyataan Prabowo

 

Menurut dia, kisah Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari sosok Prabowo. Padahal, kata Fahri, Prabowo adalah figur penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan.

“Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar,” kata Fahri.

Tidak hanya kepada Prabowo, Fahri juga meminta orang dekat Prabowo yang dianggap sebagai korban penculikan seperti Andie Arief, Pius Lustrilanang, Desmond J Mahesa juga mengungkap pengalamannya. Mereka adalah para aktivis yang terlibat langsung dalam aksi-aksi 1998.

Menurut dia, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo, orang yang selama ini paling banyak difitnah sebagai dalang dibalik kasus penculikan para aktivis. “Menurut saya ini waktunya,” ujar Fahri.

Fahri menilai jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu, beban bangsa ini makin banyak. Oleh karena itu tugas mulia Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang.

Tujuannya, kata dia, agar sejarah negeri ini lebih bersih. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa. Dia mengaku berkali-kali mendengar Prabowo akan menerbitkan buku tentang peristiwa 1998 tapi tidak terjadi. Alasan Prabowo ingin “menelan semua salah lembaga”.

Fahri menilai itu tidak fair. “Bukan saja untuk Pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dia menegaskan jika dirinya menjadi Prabowo maka akan menceritakan semua yang terjadi. “Termasuk menyebut nama-nama yang ada dan harus dijelaskan. Biarlah publik yang menilai. Tidak Peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah, dikatakan. Itu saja,” tutur Fahri.

Nama Tim Mawar Kopassus kembali muncul di tengah publik. Majalah Tempo menurunkan laporan mengenai dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar dalam kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.