Sabtu, 13 Agustus 22

2017 Bankjatim Bukukan Harga Saham Tertinggi dalam Sejarah IPO

2017 Bankjatim Bukukan Harga Saham Tertinggi dalam Sejarah IPO
* Direktur Utama Bankjatim R Soeroso. (foto: Kapoy/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Direktur Utama Bankjatim R Soeroso mengungkapkan, tren kenaikan harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) juga menjadi perhatian masyarakat.

Mengingat selama tahun 2017 pertumbuhan harga saham bankjatim mencapai 17,60% yang ditutup pada level Rp 710/ lembar saham di penghujung tahun 2017.

“Bankjatim membukukan harga saham tertinggi dalam sejarah sejak Initial Public Offering (IPO) di 2012 yaitu sebesar Rp 840/ lembar saham di bulan April 2017,” ujar Soeroso di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Kinerja kenaikan harga saham di tahun 2017 juga tak luput dari strategi manajemen di tahun 2017 yang menambah dua direktorat baru, yaitu Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko.

Dengan adanya penambahan dua direksi tersebut, pembagian kerja menjadi Iebih fokus. Direktur Keuangan diduduki oleh Ferdian Timur Satyagraha, dan Direktur Manajemen Risiko dijabat oleh Rizyana Mirda.

Karena perbaikan Sumber Daya Manusia yang lebih baik juga menjadi prioritas utama bankjatim. Hal tersebut dilakukan dengan mengangkat Direktur Kepatuhan dan human Capital baru, Hadi Santoso menggantikan Eko Antono yang mengundurkan diri pada pertengahan tahun 2017.

Sejarah juga tercipta di awal tahun 2017, untuk pertama kali bankjatim memperluas layanan di luar pulau Jawa dengan membuka cabang operasional tepatnya di pulau Batam.

Menurutnya, Batam menjadi destinasi pertama bankjatim untuk melayani kebutuhan perbankan dan keuangan masyarakat. Batam dinilai mampu menjadi ladang bankjatim dalam memberikan pelayanan dan kepuasan bertransaksi khususnya bagi pengusaha dan pedagang yang memiliki perdagangan antar pulau khususnya dengan Jawa Timur.

Di tahun 2017, bankjatim juga terus melakukan inovasi produk guna meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi nasabah. Bankjatim menggandeng beberapa perusahaan asuransi di Indonesia dengan meluncurkan produk bancassurance.

“Salah satu alternatif produk untuk memfasilitasi kebutuhan akan investasi jangka panjang disertai dengan benefit proteksi jiwa nasabah bankjatim,” kata Soeroso.

Selain itu, untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia, bankjatim turut gencar mempromosikan electronic money (e-money) melalui Flazz bankjatim, hasil bundling product bankjatim dengan BCA.

Hingga Desember 2017, jumlah jaringan bankjatim telah mencapai 1.608 titik layanan terdiri dari 1 Kantor Pusat, 48 Kantor Cabang, 166 Cabang Pembantu, 199 Kantor Kas, 191 Kantor layanan Syariah, 190 Payment Point, 88 Kas Mobil, 723 ATM dan 2 CDM. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.