Minggu, 5 Desember 21

20 Mei, Aktivis Cipayung Tak Ikutan Lengserkan Jokowi-JK

20 Mei, Aktivis Cipayung Tak Ikutan Lengserkan Jokowi-JK

Bandung, Obsessionnews – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung menyatakan tidak terkait dengan gerakan 20 Mei 2015 yang menuntut Jokowi-JK lengser. Demikian disampaikan juru bicara Kelompok Cipayung Bandung, David Sitorus, saat menyampaikan keterangan pers di kantor sekretariat GMKI Bandung, Minggu (12/4).

“Tindakan turunkan Jokowi-JK sangat reaksioner,  tidak mendasar serta tidak menunjukkan kaum intelektual,” tegas David. Kelompok Cipayung terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Aktivis Cipayung Bandung1

David yang merupakan Ketua Cabang GMKI Kota Bandung beserta sejumlah aktivis dari Kelompok Cipayung dan elemen lainnya mendeklarasikan Panca Tuntutan Rakyat (Pantura) menyatakan sangat setuju dengan adanya fungsi kontrol terhadap pemerintahan dan wajib mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai masih belum berpihak kepada rakyat.

Ditegaskan, kontrol terhadap  masalah sosial, ekonomi, politik dan hukum. Kelompok Cipayung menyatakan belum ada kajian yang mendalam  menyangkut pemerintah yang belum mampu menyelesaikan masalahnya harus langsung dilengserkan.

Aktivis Cipayung bandung2

Kemudian, untuk memenuhi ketahanan nasional sebaiknya kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah dan rakyatnya harus segera disamakan persepsinya, gotong royong yang selama ini  menjadi ruh bangsa Indonesia harus terus digelorakan, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

Di sisi lain, lanjutnya, negara juga harus hadir ditengah masyarakat dalam berbagai kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat bukan malah sebaliknya.

Dijelaskannya, mulai dari kepemimpinan Soekarno yang banyak pihak merongrong kepemimpinan tersebut dengan menyatakan ketidakstabiilan dalam pemerintahan hingga saat ini ada Jokowi. “Kita harus lihat sistemnya, pergantian kepemimpinan tidak akan akan mampu membuat perubahan jika sistem yang digunakan masih buruk,” paparnya.

Aktivis Cipayung Bandung3

“Pemerintah dan masyarakat harus bejalan bersama-sama, sehingga siapapun pemimpinnya, apabila tidak didukung oleh kerjasama dari masyarakat, maka negara akan mengalami kehancuran,” serunya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.