fbpx

Kamis, 21 Februari 19

2.600 Guru di AS Aksi Mogok Mengajar

2.600 Guru di AS Aksi Mogok Mengajar
* Guru-guru Denver mogok kerja. (ParsToday)

Pertama dalam 25 tahun ribuan guru di Denver, ibukota negara bagian Colorado, Amerika Serikat (AS) melakukan aksi mogok kerja.

Denver Public Schools menyebutkan ada sekitar 4.725 guru yang bekerja di distrik Denver, negara bagian Colorado, Amerika Serikat (AS), sekitar 2.600 guru tercatat tidak masuk kerja pada Senin (11/2/2019).

Stasiun televisi CBS News (11/2) melaporkan, untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, para guru di Denver melakukan mogok kerja setelah negosiasi mereka dengan pejabat Denver Public Schools terkait gaji pokok, tak kunjung membuahkan hasil.

Juru bicara Asosiasi Guru Denver, Rob Gould mengatakan, kami berharap masalah ini dapat segera diselesaikan tapi nyatanya setelah melakukan tawar menawar sekitar 15 bulan, pejabat Denver Public Schools tidak mau mendengarkan kami.

“Kkami berharap mereka mendengarkan kami karena para guru ingin bersama anak muridnya di kelas,” ungkap Rob Gould.

Para guru Denver itu meninggalkan piket untuk berunjuk rasa di gedung Capitol pada Senin (11/2).

Guru-guru Denver berunjuk rasa. (ParsToday)

Tuntut Kenaikan Gaji
Guru-guru Amerika di Denver, AS menyatakan mereka akan melakukan aksi mogok setelah gagal mencapai kesepakatan dengan pihak berwenang untuk menaikkan gaji mereka.

Menurut Associated Press, Asosiasi Guru Denver setelah setahun berbicara dengan pejabat pemerintah Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan mengumumkan, “Dalam menghadapi usulan menipu pemerintah, mereka akan melakukan pemogokan guru Denver dan dimulai pada hari Senin.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat alih-alih mempertimbangkan landasan hukum yang tepat bagi semua guru, justru berupaya memberikan sejumlah insentif bagi sebagian orang saja.

Pihak berwenang setempat juga membatalkan penggunaan ruang kelas untuk lima ribu siswa taman kanak-kanak karena kurangnya tenaga pengajar.

Asosiasi Guru Denver mengumumkan bahwa pada bulan Januari 2019 dalam sebuah proses pemilihan, sekitar 93% dari guru memilih untuk mogok.

Sebelumnya, ada laporan tentang rendahnya gaji guru di Amerika Serikat, sehingga majalah Time edoso September 2018 mengkonfirmasikan bahwa sebagian guru di Amerika Serikat telah menjual darah untuk membayar tagihan mereka.

Banyak negara bagian di Amerika Serikat, termasuk Virginia Barat, Kentucky, Oklahoma dan Arizona menyaksikan pemogokan guru pada tahun 2018 sebagai protes atas gaji rendah dan kurangnya anggaran sekolah. (ParsToday)

 

Aksi demo para guru di Amerika Serikat. (PartsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.