Jumat, 29 Oktober 21

17 Negara dan 13 Instansi Dalam Negeri Hadiri MSDE Ketujuh

17 Negara dan 13 Instansi Dalam Negeri Hadiri MSDE Ketujuh
* Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bekerja sama dengan Australian Border Force menggelar The 7th Maritime Security Desktop Exercise (MSDE).

Semarang, Obsessionnews – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bekerja sama dengan Australian Border Force menggelar The 7th Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) sebagai bentuk regional best practice di Hotel Gumaya, Senin (21/3/2016). Kegiatan bertujuan mewujudkan solidaritas negara-negara kawasan dalam kerja sama menjaga stabilitas keamanan perairan kawasan.

Kepala Bakamla RI Laksamana Muda TNI Arie Soedewo mengatakan, MSDE menjadi salah satu wadah untuk saling meningkatkan koordinasi dan berbagi pengalaman antar negara dalam menangani isu keamanan maritim wilayah regional.

“Dari Laut China Selatan hingga ke Samudera Hindia, seluruhnya merupakan perairan kawasan yang wajib kita jaga bersama. Dan segala persoalan yang mengemuka di dalamnya juga menjadi atensi bagi seluruh negara-negara di kawasan tersebut,” jelasnya.

Disebutkan sebanyak 17 perwakilan negara yang terdiri atas Australia, Sri Lanka, Republik Rakyat Tiongkok, Hongkong, Maladewa, Korea Selatan, Pakistan, Myanmar, Kamboja, dan Malaysia. Disusul Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, Bangladesh, Thailand, Singapura dan India.

Terdapat 3 isu kemaritiman yang dibahas dalam acara selama 3 hari, yakni perampokan bersenjata, maritim SAR, dan diplomasi maritim. Melalui acara ini, diharapkan seluruh negara mampu bertukar informasi terkait isu-isu dimaksud.

“Nah kita bertanya kepada negara-negara yang sudah pengalaman, bagaimana (caranya). Biar kita punya keseragaman bertindak,” tuturnya.

Di kesempatan ini, pihaknya juga menyampaikan mengenai rencana aktivasi jalur sutra yang beberapa waktu lalu, sempat didengungkan oleh pemerintah pusat.

“Inisiatif srategis ini sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membangun poros maritim dunia. Program yang menjadikan pembangunan kekuatan maritim dan pembangunan ekonomi berbasis maritim oleh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Acara juga dihadiri oleh 13 instansi dalam negeri yaitu, TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Narkotika Nasional, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Basarnas. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.