Selasa, 22 September 20

17 Mitra PLN Garap Listrik Pedesaan NTT

17 Mitra PLN Garap Listrik Pedesaan NTT

Kupang, Obsessionnews.com – General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur, Richard Safkaur, mengatakan pembangunan listrik pedesaan bakal segera dilakukan menyusul penandatangan kontrak pihaknya dengan ke-17 mitra pada Kamis lalu (6/7/2017).

Para mitra kerja tersebut di antaranya PT Tris Timor, PT Centra Utama Electrical, PT Pata Prima Utama, PT Terang Timor Utama Kita, PT Delcon Terang Indo, PT Nusantara Engneering, PT Prima Angkasa, PT Dwi Teknik Kupang, PT Teon Jaya, PT Ride Mandiri Kupang. Selain itu, PT Telaga Ende, PT Canayu Telaga Pratama, PT Dwi Karya Hutama Jaya, PT Cipta Jasa Mandiri, PT Trio Darma Nusantara, PT Kristal Puri Kencana, dan PT Marubeni Elohim.

“Sebanyak 17 mitra kerja ini akan menggarap pekerjaan terkait listrik di 500 desa hingga akhir 2017,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/7/2017).

Safkaur menjelaskan, pembangunan listrik pedesaan tersebut merupakan pekerjaan yang besar dan serius karena mitra harus mengejar target melistriki ratusan desa yang menyebar di pulau-pulau di NTT di tahun ini.

Oleh sebab itu, imbuhnya, penandatangan dilakukan sebagai salah satu bukti komitmen PLN dengan mitra kerja untuk mewujudkan 100 persen desa berlistrik di Provinsi Selaksa Nusa itu.

Ia menyebutkan saat jumlah desa yang belum berlistrik di provinsi itu sekitar lebih dari 1.190 desa. Belasan mitra kerja yang telah menandatangani kontrak itu, lanjutnya, akan bekerja melistriki sebanyak 500 desa pada tahap pertama di tahun 2017, dan tahap kedua di 2018.

“Jadi target program desa berlistrik yang dikerjakan mitra di tahun ini harus selesai, karena kalau molor ke tahap selanjutnya maka akan menyulitkan di tahap berikut karena sudah ada program dengan target sendiri,” katanya.

Untuk mencapai target tahap pertama, sejumlah infrastruktur pendukung yang harus dibangun diantaranya jaringan tegangan menengah sepanjang 2.313 Kilometer Sirkuit (KMS), jaringan tegangan rendah sepanjang 2.265 KMS, 731 buah gardu dan trafo 4.577 Mega Volt Ampere (MVP).

Untuk itu, ia berharap mitra kerja dapat langsung menerima penetapan dan mengambil langkah-langkah dilapangan seperti bon material, survey lapangan, hingga hingga memaksimalkan jumlah tenaga kerja.

“Dasar penerapan ijin usaha jasa penunjang tenaga listrik (IUJPTL) juga perlu diperhatikan para mitra serta keselamatan kerja para petugas lapangan yang tentunya harus diutamakan,” katanya.

Dalam konteks kerja secara cepat melistriki desa-desa dari PLN dan mitranya itu, Richard berharap dukungan penuh dari masyarakat setempat agar pembangunan kelistrikan berjalan aman dan lancar. “Kita berharap masyarakat kita bisa merelakan pohon-pohon di halaman rumah atau lahannya untuk ditebang petugas agar dilewati jaringan,” ujarnya. (Fath/Ant)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.