Senin, 17 Januari 22

160 Muslim Dibunuh, Sebagian Dibakar Hidup-Hidup

160 Muslim Dibunuh, Sebagian Dibakar Hidup-Hidup

Perbuatan biadab! Manusia biadab telah membunuh 160 orang muslim di Mali termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua, bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.

Mengerikan! Sejumlah laki-laki biadab menyamar sebagai pemburu dan membantai para petani dan penggembala Muslim di Ogossogou, Kota Mopti, Mali Tengah, pada Sabtu lalu. Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), wanita muslim yang sedang hamil ikut dibunuh dan beberapa korban termasuk anak-anak dibakar hidup-hidup.

Video terbaru dari kekerasan itu beredar pada Minggu (24/3/2019), video menunjukkan para korban berserakan di tanah di tengah sisa-sisa rumah mereka yang terbakar. Para teroris non muslim yang disebut sebagai milisi etnik Dogon ini melakukan serangan biadab penduduk muslim sebuah desa etnis Peuhl dan tercatat hingga Rabu (27/3), menewaskan setidaknya 160 orang muslim.

Korban tewas dalam serangan pembantaian penduduk desa di Mali bertambah menjadi 160 orang. Lonjakan jumlah korban tersebut disebutkan oleh pejabat lokal dan petugas keamanan setempat, setelah sebelumnya tim penyelidik PBB menyebutkan ada 153 orang tewas dan 73 orang terluka dalam serangan mengerikan tersebut.

Para pelaku pembeunuhan tersebut bersenjata berpakaian tradisonal seperti suku pemburu Donzo menyerang desa yang dihuni oleh sebagian besar penggembala Fulani. Para penyerang ini menuding suku Fulani menyembunyikan para ekstremis Islam di desanya, di mana tuduhan ini dibantah keras oleh Fulani.

“Serangan mengerikan ini menandai lonjakan yang signifikan dalam dalam serangkaian kasus kekerasan dilakukan oleh mereka yang menyebut dirinya sebagai ‘kelompok pertahanan diri’. Mereka tampaknya berusaha membasmi kelompok-kelompok ekstremis brutal,” kata juru bicara kantor HAM PBB, Ravina Shamdasani, dikutip dari Aljazeera, Rabu (27/3).

Menurutnya, PBB telah mengirim tim terdiri dari 10 petugas kantor HAM PBB, satu petugas perlindungan anak, dan dua penyelidik ke lokasi untuk menyelidiki serangan yang terjadi pekan lalu. Pihaknya juga menegaskan bahwa PBB akan terus mendampingi kasus ini hingga tuntas.

Mali Violence

 

Menurut laporan ABC, Senin (25/3/2019), sekelompok pria bersenjata menyamar sebagai pemburu tradisional dan menyerang para penggembala Fulani. Kelompok etnis Fulani adalah seminomadik, terutama Muslim dan tinggal di berbagai negara Afrika Barat.

Video grafis yang diperoleh The Associated Press menunjukkan setelah serangan hari Sabtu, banyak korban terbakar di dalam rumah mereka. Tubuh anak kecil terlihat ditutupi dengan selembar kain, dan ada pula kartu ID ditunjukkan warga setempat berlumuran darah.

Di Ibu Kota Mali, Bamako, Presiden Dewan Keamanan PBB Francois Delattre yang sedang berkunjung pada Sabtu malam mengecam pembunuhan itu sebagai “serangan tak terkatakan”.
Di New York, Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk serangan tersebut dan menyerukan pemerintah Mali untuk segera menyelidikinya serta membawa para pelaku ke pengadilan.

Kekerasan di desa Ogossagou secara brutal pada Sabtu (23/3) lalu itu menargetkan etnis minoritas Fulani. Banyak dari korban, menurut PBB, adalah perempuan dan anak-anak. Pembantaian terhadap 160 muslim Mali yang menargetkan penggembala Fulani di Mali Tengah, dilakukan oleh anggota kelompok etnis Dogon.

Insiden terbaru ini dianggap paling mematikan dalam konflik yang semakin keras setelah penembakan 50 jamaah Salat Jumat di Selandia Baru baru-baru ini. Sebelumnya, data PBB yang bermarkas di New York merilis, pada 2018 sebanyak 202 warga sipil tewas dalam kekerasan komunal dalam 42 insiden di wilayah Mopti Mali. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.