Selasa, 20 Agustus 19

15 CEO Pilihan 2019

15 CEO Pilihan 2019
* 15 CEO Pilihan 2019. (foto: dok MO)

Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Mewujudkan Bank Berkelas Dunia

Naskah: Iqbal R. Foto: Sutanto

Manusia bisa berencana, tetapi Tuhan juga yang menentukan. Pameo ini tepat untuk menggambarkan hidup Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN. Betapa tidak, semasa remaja, ia bercita-cita menyembuhkan orang sakit. Namun, takdir berkata lain. Bukannya menjadi dokter, pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 16 September 1955 tersebut malah diberi mandat untuk ‘mengobati’ bank sakit.

Maryono

Lewat tangannya, Maryono berhasil mengeluarkan Bank Century (yang bersulih nama menjadi Bank Mutiara, kemudian Bank JTrust Indonesia) dari kondisi bank tidak sehat menjadi bank sehat hanya dalam waktu satu tahun. Pengalaman tersebut diterapkannya terhadap Bank yang dia kelola, yaitu Bank BTN, lewat tangan dinginnya pada 2018 Bank BTN mencetak kinerja positif, hal itu terlihat dari peringkat bank berkode emiten BBTN ini naik peringkat ke posisi 5 menjadi bank terbesar di Indonesia dari sisi aset (bank only). Kesuksesan tersebut, kata Maryono, tidak terlepas dari kerja keras seluruh pegawai Bank BTN dalam mewujudkan visi dan misi Bank BTN, yang senantiasa fokus dalam mencapai target bisnis, menyusun strategi yang jitu di tengah persaingan dengan perbankan lain, khususnya di segmen KPR.

“Penguatan brand image Bank BTN sebagai Bank KPR ditunjang inovasi produk KPR yang memenuhi kebutuhan seluruh segmen masyarakat menjadikan kami unggul. Semua pegawai Bank BTN sudah berkomitmen untuk melakukan Good Corporate Governance atau GCG dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ungkap pria yang hobi bermain sepeda itu. Berusia 69 tahun, Bank BTN terus berupaya agar dapat menjadi pemain global, apalagi 2019-2025 adalah periode global playership. Untuk mencapai hal itu, Maryono bersama Bank BTN tengah membangun pondasi yang lebih kokoh untuk menjadikan perusahaannya masuk skala internasional, perbaikan pun terus dilakukan, seperti perbaikan tata kelola perusahaan dan penguatan modal menjadi prioritas Bank BTN untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas perusahaan. Semua itu berjalan beriringan dengan rencana pembentukan Holding BUMN yang sedang diproses oleh Kementerian BUMN.

“Karena tentu dengan pembentukan holding akan memberikan peluang bagi Bank BTN untuk tumbuh lebih besar. Kami juga merencanakan untuk memiliki anak usaha di bidang asset management untuk meningkatkan kapabilitas kami mengelola dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) kelak jika Pemerintah telah selesai memantapkan pembentukan Tapera,” tukasnya. Untuk mencapai target laba perseroan sekitar 16-19 persen. Strategi yang dilakukan Maryono adalah fokus pada core business Bank BTN, yaitu KPR dengan memberikan variasi produk yang memiliki keunggulan tersendiri dan sasaran yang khusus, seperti KPR Gaeesss untuk anak milenial, KPR BTN Mikro untuk pekerja informal yang ingin renovasi rumah, KPR lelang untuk yang ingin menyicil rumah hasil pembelian lewat lelang. “Kami juga ekspansi dengan bekerjasama banyak pihak swasta maupun BUMN lain untuk layanan jasa perbankan. Kami membuka ruang kerja sama pembiayaan perumahan dengan TNI, Polri serta pemerintah daerah untuk penyediaan rumah,” jelas pria ramah ini.

Selain itu, Maryono juga intensif mengembangkan BTN digital channel karena Bank BTN bekerja keras membangun digital ecosystem. Tak hanya itu, Bank BTN juga melakukan perluasan akses layanan perbankan, dan KPR khususnya bisa dilakukan lewat website, HYPERLINK “http://www.btnproperti.co.id”www. btnproperti.co.id yang sudah ditingkatkan fiturnya diharapkan bisa menarik lebih banyak aplikasi KPR online. “Portal kami yang lain juga HYPERLINK “http://www.rumahmurahbtn. co.id”www.rumahmurahbtn.co.id menarik banyak peminat dengan fitur-fitur yang memudahkan pembelian rumah lelang. Layanan perbankan di era digital membuat kami harus terus berinovasi menambah fitur di channel digital kami karena saat ini dan ke depan transaksi digital terus meningkat,” ujar penggemar wayang itu.

Bank BTN juga, lanjut Maryono, mendukung sinergi BUMN serta Himbara khususnya dalam mengembangkan ATM Merah Putih tahun lalu dan pada tahun ini pihaknya akan meluncurkan QR pay BUMN yang bernama “LinkAja”. Selain itu, Bank BTN juga akan meningkatkan fee based income dari berbagai sumber, antara lain sebagai agen penjual produk investasi, asuransi, dan transfer uang. Bank BTN juga tahun ini menjadi salah satu bank penyalur Fasiltas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna mendukung program sejuta rumah, hal itu terlihat Bank BTN pada tahun 2019 akan menyalurkan KPR sebanyak 850.000 unit, jumlah tersebut naik 100.000 unit dibandingkan target tahun 2018 yang sebesar 750.000 unit.

“Kami tahun ini resmi menjadi salah satu bank penyalur FLPP, artinya kami akan secara optimal mendukung program sejuta rumah dari pemerintah. Selain FLPP, kami juga mengembangkan skema pembiayaan untuk pembangunan perumahan antara lain KPR ABCG yang menggandeng akademisi, komunitas dan juga pemda,” tuturnya. Kesuksesan Bank BTN dalam menjawab tantangan tak lepas dari sikap profesionalisme Maryono, maka dari itu, selama memimpin mengajarkan harus profesional dalam bekerja dan bersikap karena sebagai manusia tidak lepas dari lingkungan sosial yang menuntut atau membuat kita harus beradaptasi dan fleksibel. Namun, kata Maryono, jangan sampai proses adaptasi tersebut membuat kita tidak profesional dalam bertindak dan membuat keputusan yang strategis. “Posisi sebagai BUMN juga membuat kami memikul tanggung jawab perusahaan yang lebih besar, BUMN diwajibkan siap mendukung pemerintah dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam mengemban misi tersebut kita harus menempatkan kepentingan negara dan masyarakat. Namun, kami harus tetap profesional, disiplin, dan berintegritas,” pungkas Maryono.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.