Selasa, 27 September 22

14.000 Pramuka Ikut Kemah Ukhuwah Nasional, Ini Targetnya

14.000 Pramuka Ikut Kemah Ukhuwah Nasional, Ini Targetnya
* Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso saat menghadiri acara pembukaan Kemah Ukhuwah Nasional. (Foto Humas Kwarnas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) mengadakan kegiatan Kemah Ukhuwah Nasional IV di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti lebih dari 14.000 peserta Pramuka Penggalang dari seluruh SIT di Indonesia. Kemah juga dihadiri peserta dari dua negara luar, yakni Malaysia dan Thailand.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih Budi Waseso menyampaikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya kemah ini. Di tengah semakin buruknya pergaulan remaja, Pramuka kata dia, selalu hadir untuk mencegah anak-anak agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas.

Tentunya lanjut Budi, Pramuka hadir melalui berbagai kegitan positif, seperti Kemah Ukhuwah Nasional. Menurutnya, ini adalah satu dari sekian banyak kegiatan Pramuka yang harus didukung semua pihak, terutama pemerintah. Sehingga kegiatan terus berjalan.

“Kalian adalah bukti bahwa Pramuka adalah organisasi yang memiliki spirit kebangsaan dan keislaman yang tinggi. Kalian mampu menjaga itu di tengah nilai-nilai yang semakin memudar,” ujar Budi, di Buperta Cibubur, Jumat (16/11/2018).

Budi mengimbau kepada adik-adik peserta untuk bisa mengikuti kegiatan ini sampai selesai dengan tertib. Sesuai nama kemah ini, peserta kata dia, harus bisa menjaga ukhuwah antar sesama umat Islam, dan juga sesama anak bangsa. Sebab, Pramuka juga wajib menjaga NKRI ini agar tidak pecah.

Sementara itu Ahmad Fikri selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyatakan, target dari kemah ini ada tiga sesuai dengan slogannya, yakni Mandiri, Tangguh, Persaudaraan. Melalui kemah ini Sako SIT ingin membentuk generasi anak bangsa yang mandiri.

“Apa cirinya mandiri. Mereka masak sendiri tidak disediakan dari panitia. Bahan-bahannya nanti mereka beli sendiri di pasar rakyat. Mereka akan belanja pagi dan sore masing-masing kelompok,” ujar Fikri di lokasi.

Peserta juga dituntut untuk bisa hidup mandiri di alam terbuka, jauh dari orang tua, dan mencoba melakukan pekerjaan sehari-hari tanpa dibantu orang tua. Disitulah kata Fikir, mereka akan dididik menjadi pribadi yang tangguh. Mereka siap hidup dengan alam disaat musim hujan turun.

“Fisik, mental, dan pengetahuan mereka harus benar-benar bisa dijaga. Mereka dididik bukan untuk menjadi orang yang cengeng. Apalagi ini musim hujan,” katanya.

Lalu yang terakhir, ukhuwah atau persaudaraan. Kemah yang diadakan 16-19 November ini diharapkan bisa menjalin persaudaraan. Ukurannya kata dia, harus bisa menambah banyak teman, followers di media sosialnya bertambah.

“Nanti akan dipantau oleh pembimbingnya karena merekakan anak-anak melenial. Mereka juga diminta membuat konten positif dari kegiatan ini untuk disebarkan di medsos,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.