Minggu, 17 Januari 21

Telkom dan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dukung Sektor Pendidikan Indonesia melalui IdREN

Telkom dan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dukung Sektor Pendidikan Indonesia melalui IdREN
* Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Muhammad Nasir bersama Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof Intan Ahmad dan Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin usai penandatanganan nota kesepahaman bersama Indonesia Research Education Network (IdREN) di Jakarta, Jumat (13/5).

Jakarta, Obsessionnews – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) semakin menguatkan komitmennya mendukung kemajuan sektor pendidikan Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerjasama Penyediaan Fasilitas Telekomunikasi untuk Indonesian Research and Education Network (IdREN) dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin dan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Prof. Intan Ahmad di Gedung Ditjen Belmawa, Jakarta, Jumat (13/5).

Dalam sambutannya, Muhammad Awaluddin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk selalu mendukung dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi melalui pengembangan ICT (Information and Communication Technology) sebagai pendukung proses pendidikan dan pengajaran.

“IdREN merupakan faktor penting sebagai salah satu solusi 3C (Community, Content, Connectivity) yang dapat membantu semua kalangan untuk menjangkau pendidikan tinggi dan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang handal dan mengabdi ke masyarakat,” ujar Awaluddin.

Sementara itu, Prof. Intan Ahmad juga menyampaikan ucapan terima kasih atas terimplementasinya jaringan riset dan pendidikan nasional antar Perguruan Tinggi di Indonesia melalui dukungan Telkom.

“Infrastruktur IdREN (Indonesian Research and Education Networks) ini akan memfasilitasi kolaborasi antar Perguruan Tinggi dalam kegiatan pembelajaran (daring), penelitian bersama dan pemanfaatan bersama sumber daya,” kata Prof. Intan Ahmad.

Prof. Intan Ahmad menambahkan, IdREN juga merupakan bagian dari REN (Research and Education Networks) yang terkoneksi melalui TEIN (Trans Eurasia Information Networks). Di masa depan IdREN akan merupakan jejaring masyarakat pendidikan dan peneliti (Perguruan Tinggi maupun lembaga riset) yang beraktifitas dan berkolaborasi melalui jejaring IdREN.

Keberadaan IdREN diharapkan dapat dimanfaatkan para Pimpinan Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas riset Perguruan Tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas bangsa. Jaringan ini mampu mendukung data kecepatan sangat tinggi dan menyediakan saluran khusus untuk research sharing antar Perguruan Tinggi dengan inisiatif 3S (Single Network, Sharing Collaboration Content & Research, Sustainable Platform).

IdREN diprakarsai oleh Telkom dengan melakukan inisiasi bersama tim AdHoc dari 5 Perguruan Tinggi besar di Indonesia (ITB, UGM, UI, ITS dan UB) sebagai hub koneksi backbone.

Saat ini IdREN sudah diimplementasikan di 17 kampus nasional dan akan segera menambah 42 kampus baru untuk bergabung dalam jaringan tersebut. IdREN juga menyediakan berbagai aplikasi yang menunjang pengembangan riset serta pembelajaran bagi perguruan tinggi nasional. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan demo aplikasi IdREN sebagai platform baru research bagi insitusi pendidikan Indonesia. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.