Rabu, 8 April 20

125.000 Demonstran Tolak Pajak dan BBM Naik, Berujung Kekerasan

125.000 Demonstran Tolak Pajak dan BBM Naik, Berujung Kekerasan
* Para pengunjuk rasa berhasil bergerak menjauh dari titik kumpul mereka sekitar Champs-Elysées. (BBC)

Prancis bergolak lagi. Sebanyak 125.000 demonstran turun ke jalan di seluruh negeri Prancis pada Sabtu (8/12/2018), menolak kenaikan harga bahan bakar/BBM dan pajak. Sejumlah toko dijarah, 1.000 demonstrans ditahan.

Sebanyak 10.000 demonstran diantaranya melakukan aksinya I Paris. , yang juga mencatat kerusakan paling parah akibat bentrokan. Polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata di Paris di pekan keempat unjuk rasa anti-pemerintah di seluruh Prancis yang berujung kekerasan.

Otoritas rumah sakit di Paris menyebut, 126 orang terluka di kota itu, tetapi tidak ada yang serius. Setidaknya tiga orang petugas polisi juga terluka. Di ibukota Prancis itu para penjarah menghancurkan etalase-etalase toko, dan membakar sejumlah mobil.

Hampir 90.000 petugas dikerahkan di berbagai kota di Prancis untuk mengantisipasi bentrokan, dan 8.000 di antaranya diterjunkan di Paris, lengkap dengan 12 kendaraan lapis baja.

Gerakan ‘rompi kuning’ itu awalnya menentang kenaikan pajak bahan bakar tetapi sejumlah menteri mengatakan gerakan itu telah dibajak oleh para pengunjuk rasa dengan ideologi kekerasan.

Dalam sebuah pidato televisi Sabtu malam, Perdana Menteri Edouard Philippe mengatakan para ‘casseurs’ (pembuat onar) masih merajalela.

Dia menyerukan dilanjutkannya dialog antara pemerintah dan demonstran untuk menyelesaikan konflik. “Dialog telah dimulai,” katanya. “Sekarang kita perlu membangun kembali persatuan nasional.”

Pekan lalu, ratusan orang ditangkap dan puluhan terluka dalam bentrokan di Paris – yang beberapa di antaranya merupakan bentrokan jalanan terburuk di ibukota Prancis selama beberapa dekade.

Selain Paris, demonstrasi juga berlangsung di berbagai kota lain seperti Lyon, Bordeaux, Toulouse, Marseille, dan Grenoble. Di beberapa kota lain, berlangsung demonstrasi lain, terkait isu perubahan iklim.

Di Paris, terjadi sejumlah bentrokan. Meriam air, gas air mata dan peluru karet digunakan petugas untuk menangani pengunjuk rasa.

Rekaman video menunjukkan seorang demonstran terkena peluru karet di badannya saat berdiri di hadapan sejumlah polisi dengan tangan mengacung terkepal. Setidaknya tiga wartawan juga terkena peluru karet.

Saat malam tiba, para pengunjuk rasa berkumpul di Place de la République, sementara polisi dengan perlengkapan lengkap berjaga dalam jumlah besar di Champs-Elysées.

Enam pertandingan sepak bola Ligue 1 Prancis ditunda. Menara Eiffel, Museum Louvre, Musée d’Orsay, dan tujuan wisata lainnya ditutup.

Aksi Demo tolak kenaikan harga BBM dan pajak yang merembet ke penolakan kebijakan rezim ini ternyata menyebar ke berbagai negara di Eropa. Sentimen anti-pemerintah di Prancis mengilhami unjuk rasa sejenis di negara-negara tetangga.

Sekitar 100 orang ditangkap di Brussels. Di ibukota Belgia itu sejumlah demonstan melempari polisi dengan batu pengeras jalan, kembang api, petasan dan berbagai benda lain, lapor kantor berita AP. Di Belanda, protes berlangsung di luar gedung parlemen di Den Haag, diikuti sekitar 100 peserta. (BBC)

Sumber: bbc.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.