Senin, 19 April 21

Cak Imin Tutup Gerakan Nusantara Mengaji

Cak Imin Tutup Gerakan Nusantara Mengaji
* Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Jakarta, Obsessionnews – Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar, secara resmi menutup acara gelaran khataman‎ yang berlangsung selama Sabtu-Minggu, 7-8 Mei 2016, di seluruh pelosok Indonesia.

‎”Alhamdulilah, program ini kita tutup. Para pecinta Al-Qur’an selama 24 jam dari kemarin, ada 342 ribu khataman dan dibaca, dihafal langsung oleh sekitar 3 juta umat islam,” kata Cak Imin saat menutup program tersebut di Ponpes Al-Kenaniyyah, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (8/5/2016).

Menurut Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, program Gerakan Nusantara Mengaji digelar untuk me‎ngurangi paham radikalisme yang saat ini berkembang di Indonesia. (Baca: Cak Imin: Kebanyakan Orangtua Tak Mengajari Anaknya Mengaji)

Disamping itu, Cak Imin berharap program tersebut menjadi pelecut untuk bisa menciptakan satu hafidz di setiap desa‎ dan mampu membawa perbaikan di tengan masyarakat.

“Nantinya satu desa dan setiap masjid ada satu hafidz, insya Allah. Jadi, imam masjidnya tidak geratul-geratul bacaannya. Dengan tingkat spiritualitas bangsa yang tinggi tak akan ada lagi kekerasan, pemerkosaan amoral, minuman keras dan seterusnya,”‎ katanya. (Baca: Gerakan Nusantara Mengaji Targetkan Satu Penghafal Al-Qur’an di Setiap Desa)

Pada kesempatan itu, Cak Imin juga berharap program tersebut menjadi agenda tahunan.

‎”Ya, kita akan jadikan agenda tetap tahunan, nusantara mengaji.com itu juga bisa jadi one stop service mulai dari jamaah yang ingin khataman tiap hari, maupun tiap minggu, bulan, dan juga menyediakan suporting bagi para penghafal Alquran,” ujar Cak Imin.

Di sisi lain, Cak Imin mendorong pemerintah untuk turut mendukung gerakan tersebut, misalnya, memberikan apresiasi untuk para hafidz Al-Qur’an. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.