Kamis, 26 Mei 22

12 PMA Siap Masuk Kawasan Industri Kendal

12 PMA Siap Masuk Kawasan Industri Kendal

Jakarta, Obsessionnews.com- Sebanyak 12 perusahaan penanaman modal asing (pma) asal China, Jerman, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, siap menanamkan investasinya di dalam kawasan industri Kendal, Jawa Tengah.

Adapun perusahaan yang menyatakan minatnya untuk menempati kawasaan seperti perusahaan furniture asal Singapura Tat Wai Enterprise Ltd, serta APP Timber dari Jerman.

”Kami jual dengan harga lahan yang bervariasi antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta meter persegi. Dengan demikian bisa lebih banyak tenant yang masuk ke Kendal,” kata Direktur Kawasan Industri Kendal, Hyanto Wihadhi, seperti siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (9/8/2016).

baca juga:

Jababeka Cetak Laba Rp326 M Menawan di Kuartal II 2016

Jababeka Bangun Kawasan Industri Kendal Rp350 Miliar

Tata Kota Ditaati, Kasus Reklamasi Tak Terjadi

Kota di Indonesia Harus Miliki Keunggulan Khas

Dia mengemukakan, seluruh infrastruktur yang mendukung kelancaran industri sudah dipersiapkan oleh KIK sehingga investor yang datang tinggal membangun pabriknya. “Artinya, kalau ada investor datang mereka tinggal beli tanah, mengurus izin dan melakukan pembangunan,”jelas Hyanto

Dari 12 perusahaan yang masuk, ujarnya nilai transaksi penjualan mencapai Rp 1 triliun. Dan berharap hingga akhir tahun bisa mencapai 50 persen dari target 49 perusahaan yang masuk ke kawasan industri Kendal.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono mengatakan, ditetapkan kawasan industri di pulau Jawa yaitu Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik.

Baca Juga Puluhan Investor Baru Masuk Kawasan Industri Kendal
“JIIPE dijadikan acuan dalam pembangunan kawasan industri prioritas di luar Jawa,” jelas Imam. Lanjutnya, pengembangan kawasan industri di Jawa harus teknologi tinggi, padat modal, dan consumer good pihaknya mendukung adanya KIK. Sehingga nantinya bisa memecahkan persoalan pengangguran dan ekonomi yang ada dikabupaten Kendal.

Menurutnya, adanya fashion city dalam masterplan Kawasan Industri Kendal tentunya akan menggairahkan industri dari IKM hingga besar seperti batik, kerajinan, garmen, furniture dan lainnya. “Area lahan KIK kalau 100 hektar untuk menyuplai domestik dan ekspor, Saya rasa masih kurang, dan ini bisa dikembangkan untuk wilayah lain,” pungkasnya. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.