Minggu, 8 Desember 19

BTN Jemput Nasabah Kaya Tangerang

Jakarta –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus meningkatkan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui layanan dana BTN Prioritas. Nasabah kaya yang mendapat layanan prioritas tersebut jumlahnya mencapai sekitar 8.000 nasabah, dengan nilai lebih dari Rp 10 Triliun.

“Kami akan terus meningkatkan jumlah dana dan nasabah prioritas ini. Sejak pertama kali beroperasi pada akhir tahun 2010, saat ini jumlah kantor layanan BTN Prioritas telah mencapai 29 kantor. Gading Serpong merupakan kantor layanan prioritas yang ke 29,” ujar Direktur Bank BTN, Irman Alvian Zahiruddin, menjelaskan usai meresmikan kantor layanan prioritas Bank BTN Gading Serpong, Selasa 12 Agustus 2014.

BTN Prioritas juga telah menjadi kepanjangan tangan Pemerintah dalam penjualan baik ORI, Sukuk maupun SBR. Sudah cukup banyak merchant yang bekerjasama dengan BTN Prioritas. Dengan kerjasama merchant-merchant tersebut diharapkan akan menambah kelengkapan fasilitas layanan lebih yang dapat diberikan kepada nasabah BTN prioritas.

Semester I 2014 DPK Bank BTN tercatat sebesar Rp.101,35 triliun. Perolehan DPK ini meningkat 22,61% dibanding posisi yang sama tahun 2013. Peningkatannya melebihi rata-rata industri. Kami akan terus berupaya menggali sumber dana ritel sekaligus dalam rangka memperkuat struktur pendanaan ritel perseroan.

Irman menambahkan Bank BTN akan terus melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan. Tujuan akhirnya adalah tersedianya dana ritel yang berbiaya murah untuk mendukung ekspansi kredit yang kompetitif di pasar.

Irman menegaskan Bank BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Potensi perumahan masih sangat besar dan Bank BTN sebagai bank fokus dapat memiliki portfolio pembiayaan perumahan hingga 85%.

Sementara bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20% di KPR. Sedangkan Bank BTN adalah bank khusus, jadi tidak dibatasi.  Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, Bank BTN akan menjadi besar sebagai Mortgage Bank di Indonesia.

Bank BTN sudah mempunyai pengalaman hampir 40 tahun menjalankan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia. Selama ini, Bank BTN  yang mengeksekusi program rumah rakyat melalui skim FLPP meski itu ditawarkan ke semua bank. Sebanyak 95% kredit rumah subsidi disalurkan BTN.

Berdasarkan laporan keuangan  per 31 Juni   2014  Bank BTN membukukan Asset sebesar Rp.135,62  Triliun atau tumbuh 14,36% dari posisi yang sama tahun 2013.  Sementara dari sisi Kredit dan Pembiayaan tumbuh 16,61% dari posisi yang sama tahun 2013 menjadi Rp.106,58 Triliun.  Dana Pihak Ketiga Perseroan pada posisi yang sama tumbuh 22,61%  menjadi Rp.101,35 Triliun pada tahun 2014. Pertumbuhan DPK ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan industri perbankan.

Bank BTN didukung oleh 843 kantor layanan (konvensional dan syariah) ditambah oleh  2.922 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah  memiliki 1.806 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan layanan prioritas di 29 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Related posts