Kamis, 2 Desember 21

Jebol Tembok BNN, 10 Tahanan Hukuman Mati Kabur

Jebol Tembok BNN, 10 Tahanan Hukuman Mati Kabur

Jakarta, Obsessionnews – Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan, bahwa dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya kesepuluh tahanan yang berhasil melarikan diri dari balik jeruji setelah menjebol tembok dan teralis besi, lalu meloncat ke arah kiri Gedung BNN.

“Kalau melihat arah jejak, mereka sepertinya melompat ke sebelah kiri Gedung BNN,” ujarnya kepada wartawan di gedung BNN Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Menurut Slamet, 10 tahanan BNN yang berhasil melarikan diri tersebut, salah satunya memiliki kemampuan dan keahlian yang terlatih.”Soal keahlian khusus kami tidak tahu. Yang jelas salah satunya adalah orang yang terlatih, saya tidak bisa menyebutkan lebih detail. Yang jelas orang terlatih di daerah jaringan Aceh,” ungkapnya.

Salah satu orang dari 10 tahanan terlatih dan juga memiliki kemampuan militer, hal itu dilihat dari latar belakangnya yang terlibat dalam jaringan radikal di Aceh. “Semi militer mantan-mantan yang dulu dari jaringan Aceh,” kata Slamet.

Selain itu, masih kata Slamet, bahwa ke-10 tahanan yang kabur dari ruang tahanan gedung BNN tersebut, akan dikenakan hukuman mati. “Ancamannya semua tahanan yang melarikan diri ini hukuman mati,” ucapnya

Ancaman hukuman mati itu dilihat dari data yang dihimpun oleh wartawan, bahwa lima orang jaringan Aceh Timur yang berhasil ditangkap oleh BNN di Aceh dan lima lainnya merupakan tersangka yang baru ditangkap di Pemakaman Sandiago Hill, Krawang, Jawa Barat.

Kelima jaringan Aceh Timur yang berhasil ditangkap oleh BNN yakni memiliki narkotika jenis sabu seberat 75 kilogram yang ditangkap di Aceh dengan tersangka  Abdulah alias Dulah, Hamdani Razali, Usman, Samsul Bahri, dan Hasan Basri. Sementara, kelima lainnya adalah, Erik Yustin, Hary Radiawan, Franky Gozali, Apip Apriansyah, dan M Husen. Keseluruh pelaku merupakan sindikat jaringan narkotika yang ditangkap di Pemakaman Sandiago Hill, Krawang, Jawa Barat, Kamis 19 Maret 2015.

Slamet mengaku, pihaknya saat ini tengah mendalami peristiwa tersebut. Slamet juga menambahkan kalau barang-barang milik para tahanan masih berada didalam ruangan tahanan.”Tapi kami masih mendalami, masih dalam pemeriksaan. Barang-barang pribadi mereka masih lengkap di dalam tahanan. Tadi saya cek masih lengkap,” pungkasnya.

Jeruji tahanan BNN digergaji2

Sementara itu, Mabes Polri siap membantu dan berkoordinasi dengan BNN untuk mencari 10 tahanannya yang kabur pada Selasa (31/3) dini hari tadi. “Kita akan berkoordinasi dengan BNN. Polri siap mem-back up,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto di kantornya, Jakarta Selatan.

Namun, kata Agus, pihaknya belum bisa langsung ikut membantu pencarian tahanan BNN yang kini buron. Menurutnya, Polri harus mendapat laporan terlebih dahulu dari BNN sebelum ikut membantu proses pencarian.”Karena yang tahu identitasnya kan mereka, informasi yang tahu mereka. Tapi, Polri hanya siap membantu,” katanya.

Sekedar untuk diketahui, sebanyak 10 tahanan BNN kabur pada Selasa (31/3) dini hari. Mereka melarikan diri setelah menjebol tembok dan teralis sel ruang tahanan menggunakan gergaji besi. Kepala Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan, tahanan yang kabur adalah anggota sindikat narkotika asal Aceh. Mereka ditahan sejak 15 Februari di Rutan BNN, Cawang, Jakarta Timur. Bahkan, dari 10 tahanan yang berhasil melarikan diri itu ada yang dijatuhi hukuman mati. Selain itu, salah satu di antaranya ada yang memiliki kemampuan militer. (Purnomo)

Post source : ilustras tahanan narkoba.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.