Sabtu, 7 Desember 19

10 Destinasi Wisata Akan Gunakan Tenaga Surya

10 Destinasi Wisata Akan Gunakan Tenaga Surya
* Danau Toba di Sumatera Utara salah satu destinasi wisata yang ditargerkan akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (Foto: dok. OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang ditargetkan dapat memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT), khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk sumber energi listrik sehari-hari.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman di hadapan para relawan Pejuang Surya di Jakarta, Selasa (12/11/2019.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu (13/11), dalam kesempatan itu Saleh menuturkan di antara banyaknya destinasi wisata di Indonesia, setidaknya ada 10 prioritas pariwisata nasional yang juga akan menggunakan EBT sebagai sumber energi utama, Yakni Danau Toba, Belitung, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan  Morotai (Maltara)

 

Baca juga:

Kembangkan Wisata Danau Toba Poltekpar Medan Cetak SDM Melalui ‘Pastry Display’

Perkuat Amenitas di Danau Toba, Kemenparekraf Bangun Homepod

Taman-taman Tak Terlupakan di Danau Toba  

 

“Jadi ini 10 destinasi prioritas akan kita maksimalkan pemanfaatan PLTS, karena daerah wisata itu harus sebanyak banyaknya menggunakan energi terbarukan,” kata Saleh.

Langkah ini merupakan salah satu perwujudan cita-cita besar dalam pengelolaan energi yang ramah lingkungan. Seperti diketahui pada tahun 2025 Pemerintah menargetkan penggunakan EBT mencapai 23% dari total bauran energi seluruhnya, di mana PLTS diproyeksikan dapat menyumbang sebanyak 2.023,3 MW di tahun 2025 yang berasal komulatif Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), Target Penambahan Sinergi BUMN, Pemasangan PLTS Atap, serta penggunaan APBN (Kementerian ESDM dan K/L lainnya).

Untuk mencapai target 23% pada 2025 tersebut Saleh memaparkan setidaknya Indonesia sudah memiliki suplai energi lebih dari 400 MTOE dengan lebih dari 115 GW kapasitas terpasang pada pembangkit listrik yang dapat menghasilkan 2.500 kWh perkapita dalam setahun. Dan pada saat itu rasio elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai 100%.

“Bagamaina kita mencapai terget tersebut, salah satunya dengan PLTS,” jelas Saleh.

Dalam RUPTL penggunaan PLTS ditargetkan terus meningkat tiap tahunnya. Jika pada 2019 PLTS ditargetkan menghasilkan 126,8 MW, pada 2022 meningkat menjadi 553,6 MW dan terus meningkat menjadi 993,5 MW di tahun 2025. Diluar RUPTL,

Saleh juga menjelaskan ada pasar energi yang juga potensial dalam penggunaan PLTS misalnya PLTS Atap, smelter maupun industri lainnya. Dari pasar energi ini diharapkan dapat menambah pasokan energi sebanyak 201 MW di tahun 2025.

Pemanfaatan sumber energi yang ramah lingkungan ini pula sejalan dengan Paris Agreement yang ditandatangani pada 22 April 2016 di Paris oleh Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanam (LHK).

“Presiden Joko Widodo dalam COP 21 yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2016 juga berkomitmen mereduksi emisi sebedar 29% dengan menggunakan kemampuan sendiri dan 41% dengan dukungan internasional,” kata Saleh. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.