Kamis, 21 Oktober 21

1.100 hektar Lahan Jateng Gagal Panen

1.100 hektar Lahan Jateng Gagal Panen

Semarang, Obsessionnews – Sebanyak 1.100 hektar lahan pertanian di wilayah Kabupaten Pekalongan dan Brebes mengalami gagal panen akibat dampak musim kemarau panjang. Seluruh lahan pertanian itu kering kerontang karena tidak ada suplai air.

Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono mengatakan kategori kekeringan berat yang di bawah 0,3 persen dari kebutuhan rata-rata berada di area tadah hujan.

“Rata-rata beberapa daerah lahan yang puso bukan di daerah lahan irigasi, tapi daerah lahan yang mengandalkan hujan,” ujarnya kepada obsessionnews.com, di kantornya, Jum’at (8/8/2015).

Menurutnya, hingga kini kekeringan tidak berdampak pada daerah pertanian yang menggunakan sistem irigasi. Seperti Klaten, Temanggung, Magelang, Sukoharjo, Sragen dan wilayah di bagian selatan Jateng.

Berdasarkan data tercatat 12.500 hektare lahan pertanian terancam kekeringan. Ini berarti dibawah 0,7 persen berada di 13 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah yakni di Kudus, Demak, Kabupaten Semarang, Kendal, atau Pantura. Sementara, kategori kekeringan ringan melanda 2700 hektar dengan kisaran dibawah 50 persen di 5 kabupaten dan kota.

Terkait penanggulangan puso, pihaknya membuat dua langkah penanganan. Pertama, berupa sistem gilir air di sungai yang berada dibawah kebutuhan, baik kategori kekeringan berat, ringan dan terancam kekeringan.

“Ini khusus di daerah sungai. Sedangkan daerah waduk dijamin pasti tercukupi. Nanti digilir sesuai kebijakan masing-masing wilayah. Semisal empat hari pertama digilir di daerah atas dulu yang digelontorkan air. Selanjutnya, empat kedua digilir berada di wilayah bawah,” ujar dia.

Langkah kedua, PSDA membuat sumur lapang dengan kedalaman tertentu. Nantinya air dalam sumur bisa digunakan untuk mengairi lahan warga.

“Jadi air nanti disedot dengan pompa air. Kami punya banyak pompa air di kantor UPT-UPT,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.