Selasa, 12 Desember 17 | 06:11 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

YLKI Desak Kemenag Buat Crisis Center

YLKI Desak Kemenag Buat Crisis Center
Photo Credit To kantor first travel di depok (Foto: http://wartakota.tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepolisian menahan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata ( First Travel) Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, yang juga direktur di perusahaan tersebut. Keduanya dianggap menipu calon jamaah yang ingin melaksanakan umrah.

Atas kejadian tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak Kementerian Agama (Kemenag) membentuk crisis center bagi calon jemaah Biro First Travel  yang masih mangkrak dengan jumlahnya berkisar 25 ribu orang.

Tulus juga memberikan apresiasi terhadap upaya penegakan hukum pidana terhadap kasus First Travel, walau sebenarnya hal itu terlambat, mengingat sudah banyak korban berjatuhan. Hingga detik ini saja, YLKI telah menerima lebih dari 2.000 pengaduan calon jemaah umroh, 18.000-an diantaranya adalah calon jemaah First Travel.

“Tapi upaya penegakan hukum dari sisi pidana bukanlah satu-satunya solusi bagi para calon jemaah yang sudah kadung menjadi korban. Jangan sampai upaya hukum pidana justru mematikan hak keperdataan calon jemaah untuk menuntut haknya, yaitu tetap diberangkatkan dan atau refund,” kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/8/2017).

Kata Tulus, Kemenag dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus berupaya keras menjamin kembalinya hak-hak keperdataan calon jemaah. Dalam kondisi yang demikian, solusi yang paling realistik bagi calon jemaah adalah refund.

YLKI juga mendesak Bareskrim Mabes Polri, untuk melakukan upaya penegakan hukum pidana bagi pemilik atau pengelola Kafilah Rindu Ka’bah yang terbukti telah menggelapkan uang 3.055 calon jemaah, hingga kini belum disentuh. Juga terhadap Hannien Tour and Travel, dengan sekitar 1.800 pengaduan, yang sampai saat ini juga masih dibiarkan. (Iqbal)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *