Senin, 11 Desember 17 | 11:22 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Tommy Soeharto Akan Gelar Doa dan Zikir di Astana Giribangun

Tommy Soeharto Akan Gelar Doa dan Zikir di Astana Giribangun

Jakarta, Obsessionnews.com  –  Masyarakat akan menggelar doa dan zikir bersama untuk memperingati 10 tahun wafatnya Presiden kedua RI HM Soeharto, dan mendoakan almarhumah Ibu Tien Soeharto, di Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (7/10/2017). Direncanakan acara ini akan dihadiri sekitar 1.000 orang. Doa dan pembacaan surat Yaasin ini dikomandoi oleh jamaah Pesantren  Majelis Rintihan Doa Ismzul Adjom, Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pimpinan KH AM Saepudin .

Kegiatan ini ditugaskan oleh salah satu putra almarhum Soeharto , Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) untuk selalu mendoakan Soeharto setiap tahunnya pada  10 Dzulhijjah dan Ibu Tien Soeharto pada  18 Muharram.

Tommy Soeharto
Tommy Soeharto dan Ketua Umum Perisai Berkarya Tri Joko Susilo.

Dalam siaran pers yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (6/10), Saepudin mengutip hadis nabi yang menjelaskan orang yg meninggal  dunia  akan bisa selamat oleh orang-orang mukmin yang hidup, dan anak soleh yang selalu mendoakan Ibu dan bapaknya.

Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Ketua Umum DPP Perisai Berkarya  Tri Joko Susilo akan turut hadir dalam doa dan zikir di Astana Giribangun tersebut.  Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/10), Joko, panggilan bos ormas sayap Partai Berkarya itu, mengingatkan janganlah mencaci maki orang yang sudah meninggal, karena orang yang sudah meninggal itu sudah selesai melaksanakan tugasnya. Allah sangat mengetahui kebaikan dan jasa-jasanya.

“Semoga pemerintah segera memberikan gelar pahlawan kepada Bapak Jenderal Besar HM Soeharto,” tutur Joko.

Ia  mengaku sesak dada melihat Soeharto yang sudah berbuat yang terbaik masih saja ada yang cari-cari kekurangannya.

“Beliau sudah tidak ada. Jasanya besar, karena beliau  yang  dulu menumpas komunis di Indonesia” tandas  Joko.

Menurutnya, bangsa indonesia berhutang budi besar pada  Soeharto. Tapi apabila ada air susu dibalas dengan air tuba itu hal lumrah bagi mereka yang berjiwa komunis ataupun liberal.

“Gara gara reformasi, kini bangkit PKI yang jauh lebih berbahaya dan jauh lebih mematikan dari PKI tahun 1965. Karena PKI kini meluluhlantakkan UUD 45 dan segala sendi bangsa,” tegas Joko.

Dia mengucapkan terima kasih pada Soeharto dan menjulukinya  sebagai bapak bangsa terbaik sepanjang masa, karena berhasil menjaga NKRI. Juga berhasil membuat rakyat sejahtera.

“Di era kepemimpinan Pak Harto, bangsa Indonesia menjadi macan Asia. Dan dengan realistis mampu melahirkan narasi besar tahapan menuju indonesia tinggal landas,” tutur Joko. (arh)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *