Senin, 11 Desember 17 | 07:24 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

TNI Akui Pembelian Senjata Mabes Polri Tidak Ada Izin

TNI Akui Pembelian Senjata Mabes Polri Tidak Ada Izin
Photo Credit To Ribuan senjata disita TNI.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto tidak menampik bahwa 5.932 munisi kaliber 40 milimeter pesanan Mabes Polri belum ada izin resmi. Padahal, jelas pembelian senjata diatur dalam Inpres Nomor 9/1976 tentang peningkatan, pengawasan dan pengendalian senjata api.

“Standar kaliber untuk non-militer sudah sangat jelas. Dalam Inpres nomor 9 untuk militer itu di atas 5,56 milimeter, kemudian standar non-militer di bawah kaliber itu, kita hanya menerapkan aturan saja,” ungkap Kapuspen TNI di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Karena belum ada izin, 5.932 butir munisi itu masih ditahan Mabes TNI. Wuryanto menegaskan, instansinya hanya menjalankan aturan yang saat ini berlaku. Sebelum ada aturan dan izin, maka senjata itu akan tetap ditahan.

Menurutnya, terkait apakah ke depannya akan ada perbaruan aturan atau justru sanksi, akan dibicarakan lebih lanjut. Sebab, kata dia, masalah ini juga sudah dikoordinasikan Kemenkopolhukam.

Adapun yang disimpan oleh Mabes TNI hanya munisinya saja. Sedangkan sebanyak 280 pucuk senjatanya sudah diberikan ke Mabes Polri setelah sempat tertahan di Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

“Senjata yang dapat digunakan kepolisiansan itu, selain bisa digunakan peluru tajam juga bisa digunakan granat, asap gas air mata. Jadi, masih bisa digunakan polisi,” tuturnya.

Terkait Stand-alone Grenade Launcher (SAGL), Korps Brimob Polri diketahui mengimpor kaliber 40×46 mm serta peluru amunisi 40 mm, 40×46 mm round RLV-HEFJ dengan fragmentasi lontaran granat berdaya ledak tinggi sebanyak 5.932 butir. Polri sudah mengimpor SAGL sebanyak tiga kali. (Albar)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *