Senin, 11 Desember 17 | 11:25 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Sukses Pimpin BCA Finance, Roni Haslim Raih Penghargaan ‘Best CEO Private Sector 2017’

Sukses Pimpin BCA Finance, Roni Haslim Raih Penghargaan ‘Best CEO Private Sector 2017’
Photo Credit To Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak bersahabat, ia tetap mampu membawa perusahaan mencapai kinerja cemerlang sepanjang tahun lalu. Target laba sebesar Rp 1,1 triliun di awal tahun, sukses dilampaui. Laba bersih tahun berjalan tumbuh pesat yakni 8,7% menjadi Rp 1,13 triliun.

Kinerja laba yang positif, seiring kinerja pembiayaan yang tak kalah kinclong. Per 31 Desember 2016, pembiayaan tumbuh 6% menjadi Rp 30,52 triliun. Dari sisi aset, BCA Finance di bawah kepemimpinan Roni, mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,5% menjadi Rp 8,15 triliun. “Terjadi peningkatan karena pembiayaan yang tumbuh, dan ada perbaikan dari sisi NPL,” kata Roni.

Pada tahun lalu, BCA Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp30,7 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yakni Rp29,5 triliun. Angka ini tumbuh 6% dibanding akhir tahun 2015 sebesar Rp 28,8 triliun.

Penyaluran pembiayaan ini meliputi pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan dan juga anjak piutang. “Target pembiayaan baru (new booking) pada tahun ini diharapkan tumbuh 10% dibanding tahun lalu. Sementara target laba diharapkan tumbuh 5%,” tambah Roni.

Roni mengungkapkan, bunga kredit tetap menjadi andalan perusahaan untuk memacu pembiayaan. BCA Finance menawarkan bunga kredit sebesar 3,60% untuk tenor 36 bulan, dan 4,60% untuk tiga tahun.

Di sisi lain, anak usaha PT Bank Central Asia, Tbk., ini, juga masih mengkaji rencana penurunan besaran uang muka atau down payment (DP), sebagaimana ketentuan yang diterbitkan OJK menjelang akhir tahun lalu.

Dari sisi aset, BCA Finance mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,5% menjadi Rp 8,15 triliun. Kenaikan aset ini disumbang oleh peningkatan piutang pembiayaan konsumen, piutang pihak berelasi, piutang lain-lain dan aset lain-lain pihak ketiga.

Saat ini portofolio pembiayaan BCA Finance terdiri atas 70% mobil baru dan sisanya 30% merupakan pembiayaan mobil bekas. Dari sisi pembiayaan, lebih dari 90% merupakan pembiayaan mobil penumpang. Sisanya sekitar 10% adalah pembiayaan mobil niaga (komersial).

Roni bukan orang baru di BCA Finance. Sebaliknya, ia sudah bergabung sejak BCA Finance masih bernama PT Sentra Sari Finance pada tahun 2000, lalu berubah nama menjadi PT Central Sari Finance (CSF). Kala itu perusahaan masih berstatus start up, yang merupakan joint venture dengan Jepang.

Ketika kemudian diambil alih oleh BCA (2001) dan berubah nama seperti saat ini, semua mulai kembali dari titik nol. Di sinilah Roni ikut membangun perusahaan dari skala kecil hingga menjadi besar seperti saat ini, lalu kemudian dipercaya memimpin sejak 2008.

“Saya ikut membesarkan sehingga rasa memilikinya kuat. Terus namanya laki-laki saya juga senang dunia otomotif.  Berhubungan dengan otomotif, lihat mobil, enjoy sekali. Menurut saya, ini adalah dream job saya,” tandas peraih gelar  Bachelor of Engineering dari RMIT, Melbourne, Australia (1985).

Roni dikenal sebagai sosok pemimpin yang tidak suka basa-basi dan formalitas. Pria yang jarang mengenakan dasi dan lebih suka kemeja batik lengan pendek ini juga dikenal dekat dengan berbagai lapisan di perusahaan yang dipimpinnya.

“Pakaian yang tidak formil membuat saya lebih mudah berkomunikasi dengan karyawan, karena kesederhanaan akan membuat seseorang lebih terbuka jiwanya dan lapang hatinya,” ia menuturkan.

Gaya kepemimpinan Roni memang unik dan tidak mainstream. Ia menciptakan  lingkungan  kerja yang tidak mengikat, santai, dan bersahaja, sehingga karyawan betah berlama-lama di kantor. Ia menginginkan karyawan bekerja dari hati, sebagaimana ia terapkan pada dirinya sendiri.

Pria kelahiran Medan, 24 Januari 1962, ini, senantiasa berorientasi mencetak karyawan unggul. Sedapat mungkin menghindari “membajak” profesional dari luar, dan lebih memilih memberi kesempatan jenjang karier kepada karyawan sendiri.

Terhitung sudah lebih dari lima tahun BCA Finance tidak “mengimpor” profesional dari luar. Kecuali karyawan yang punya kebutuhan khusus. “Tapi kalau kami mau buka kantor cabang, kepala cabangnya selalu kami promosikan dari dalam. Mereka ini masih muda-muda. Ada yang umurnya 23 tahun, 24 tahun sudah menjadi kepala cabang,” jelasnya.

Tentu tidak asal tunjuk. Sebab semua sudah dinilai kelayakannya berdasarkan merit system. Roni membangun sistem management trainee (MT) dan sudah meluluskan 14 angkatan. Prinsipnya, dengan mengambil dari dalam, maka perusahaan bisa memotivasi mereka.

“Saya kan bekerja juga dari bawah, jadi bisa merasakan bagaimana karyawan itu pengen naik kariernya. Jadi bekerja itu bukan cuma mencari uang, tapi juga kenyamanan dan harapan. Nah, kami memberi harapan kepada semua karyawan dengan memberikan kesempatan kepada semua dan sudah ada mekanismenya,” jelas Roni, yang memulai karier sebagai GM Marketing pada tahun 2000.

Melalui pendekatan seperti itu, Roni sukses membangun sebuah dream team yang andal, penuh motivasi, dan berdedikasi tinggi. Pada gilirannya, tim ini mampu mencetak sukses di bawah kepemimpinan leader yang inspiratif. “Jika kita bekerja sendiri maka hanya menggunakan pemikiran sendiri. Tetapi dengan bekerja secara tim, maka kekuatannya sangat powerfull,” tandasnya.

Roni belum puas sampai di sini. Ia berobsesi BCA Finance bisa terus terus, dan menjadi yang terbaik. Ia tidak hanya mengandalkan suku bunga, namun bertekad terus meningkatkan pelayanan. Misalnya, dengan meningkatkan akses pembayaran lewat kerja sama dengan berbagai  bank.

Tak hanya berhasil mencetak karyawan andal, sebab BCA Finance juga memiliki kepedulian terhadap pendidikan, khususnya melalui program beasiswa BCA Finance Peduli yang dibuka setiap tahunnya. Program ini bertujuan mengurangi angka putus sekolah dengan memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa yang berprestasi dan memiliki keterbatasan finansial.

Program ini sudah berjalan selama lima tahun sejak 2009. Total dana beasiswa yang ditawarkan meningkat setiap tahunnya. Total yang ditawarkan oleh program untuk tahun 2016 sebesar Rp. 1,62 Milyar.

Kesuksesannya memimpin BCA Finance mengantarkan Roni bersama empat tokoh lainnya meraih penghargaan  “Best CEO Private Sector” dalam Obsession Awards 2017 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/3). (Andi Nursaiful)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *