Minggu, 18 Februari 18 | 12:15 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Umat Islam Disudutkan

Umat Islam Disudutkan

Oleh: Agnes Marcellina, Tokoh Katolik etnis Tionghoa

 

Lagi lagi bukan saya terus menerus membela umat Islam saat ini tetapi memang ada banyak keganjilan keganjilan yang meresahkan dikarenakan aparat yang sudah berpihak kepada kelompok tertentu dan kasus kasus yang terjadi belakangan ini seperti terang benderang by design.

Saat beberapa ulama dan ustad diserang oleh “ORANG GILA”, tentu umat Islam resah dan diminta untuk waspada dan menjaga masjid masjid serta keamanan para ulama. Umat Islam menduga bahwa terror seperti ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh kelompok PKI di tahun 1926, 1948 dan 1965. Dalam pemberontakan pemberontakan tersebut, banyak santri, ulama, pengasuh pesantren yang dibantai secara keji. Dengan kejadian seperti ini, adalah hal yang wajar kalau umat Islam bereaksi dan “menuduh” kembalinya gerakan gerakan komunisme di negeri ini.

Tidak ada komentar sedikitpun dari umat Islam “menuduh” kepada orang orang yang beragama lain apalagi kepada orang Kristen. Begitu banyaknya komentar di medsos tetapi tidak ada sedikitpun kalimat, kata yang terbersit dari umat Islam yang memojokkan orang beragama lain dalam kasus teror ini.

Tetapi saat ada “persekusi” terhadap biksu di Legok. Medsos langsung ramai, riuh dan tuduhan tuduhan radikalisme terhadap lagi lagi FPI . Bahkan Kapolri pun menyatakan bahwa serangan terhadap ulama adalah kriminal biasa dan “persekusi” kepada biksu dan penyerangan di gereja Lidwina adalah karena pengaruh radikalisme. Hallo Sir ????????

Memang saya juga tidak setuju kalau ada tindakan tindakan intoleransi umat beragama terhadap agama lain dalam menjalankan ibadah agama masing-masing. Agama itu adalah keyakinan yang sangat pribadi dan selama tidak mengganggu satu sama lain, hendaknya kita juga saling menghargai. Harus dibedakan antara tempat ibadah umum yang tidak berijin dengan penyelenggaraan ibadah umat beragama di sebuah rumah. Umat Islam boleh boleh saja melakukan pengajian di sebuah rumah dalam rangka ibadah, umat Katholik boleh boleh saya melakukan doa lingkungan , doa Rosario di rumah salah satu umat, umat Hindu boleh boleh saja melakukan meditasi dan doa doa di sebuah rumah dalam kelompoknya, umat Budhist boleh boleh saja mengunjungi rumah biksu dan berdoa bersama selama semua itu tidak mengganggu ketertiban lingkungan masing-masing. Dilakukan dalam ibadah dengan caranya masing masing, doa kepada sang Khalik, bagus toh? Menandakan bahwa kita umat beragama, KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Yang menyedihkan adalah reaksi yang berbeda, ada penggiringan opini publik bahwa Islam itu tidak toleran di negeri ini sehingga umat beragama lain tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun, umat beragama lain tidak boleh melakukan ini dan itu sedangkan seolah olah umat Islam boleh. Ibadah di rumah tidak boleh tapi pengajian di rumah boleh. Ada reaksi reaksi mereka yang terpancing menjadi emosional dan bahkan emosi yang lebay sehingga langsung menghakimi. Penggiringan opini publik itu adalah TIDAK BENAR. Tidak benar bahwa ada intoleransi antar umat beragama. Faktanya adalah ada penggiringan opini publik yang memang disengaja untuk memecah belah bangsa . Bisa saja oknum oknum yang memicu kegaduhan kegaduhan adalah orang orang yang dibayar, yang demi uang melakukan apa saja.

ISLAM di negeri ini sedang disudutkan. Umat Islam diyakini akan menjadi kekuatan politik yang sangat besar . Pemegang kekuasaan takut akan gelombang kekuatan umat Islam bahwa ternyata gerakan gerakan bela Islam mampu mempersatukan umat Islam yang juga akan mampu untuk merontokkan sebuah KEKUASAAN. Umat Islam adalah pemegang saham terbesar di negeri ini. Umat Islam pun diadu domba agar satu kelompok dengan kelompok lainnya saling berseteru. Berhati-hatilah…..

Kepada sahabat sahabat non muslim, jangan terpancing, jangan menghakimi, jagalah terus sikap penuh kasih yang kita miliki dan terus menjalin silaturahimi dengan sesama anak bangsa. Jika ada hal hal yang tidak berkenan dan melanggar hukum, laporkan dan musyawarahkan. Sekarang jamannya medsos jadi kebenaran tetap kita perjuangkan. Berjuanglah untuk kedamaian, keadilan dan kesejahteraan bangsa. Abaikan hal hal yang akan memperkeruh situasi kebangsaan dan ingat bahwa kita tidak ingin diadu domba. Kita ingin hidup berdampingan dengan sesama anak bangsa di negeri ini dengan aman dan damai.

Salam Indonesia Raya,

13 Februari 2018

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *