Senin, 11 Desember 17 | 16:25 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Sidang Ahok Berjalan Kondusif

Sidang Ahok Berjalan Kondusif

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamanan sidang kelima dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di gedung Kementerian Pertanian berjalan aman dan kondusif. Pasalnya, pihak Kepolisian telah memisahkan kedua kubu yang menyampaikan aspirasinya dengan menggunakan jaring kawat berduri.

Sebelumnya, pada sidang keempat pada Selasa (3/1/2017) kedua kubu, antara pendukung Ahok yang menginginkan agar Ahok dibebaskan dengan pendukung non Ahok yang menginginkan agar Ahok segera ditahan sempat memanas. Lantaran saling ejek dan pengamanan aksi kedua kubu tersebut hanya dibatasi oleh barisan barikade polisi.

Sidang keempat yaitu mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di dalam Auditorium Kementerian Pertanian. Namun di luar gedung pada saat itu masing-masing pendukung yaitu ormas Islam dengan pendukung Ahok memanas.

Dari pihak ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) meneriakkan Ahok untuk segera ditangkap atas kasus tersebut.

Sementara itu, dari pihak pendukung Ahok berteriak untuk meminta segera Ahok dibebaskan.

Oleh karena itu, untuk mencegah supaya situasi kondusif dan tidak bertambah memanas, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Iwan Kurniawan meminta agar masing-masing kedua kubu untuk mundur kebelakang mobil komando polisi, karena pada saat itu pengamanan kedua kubu hanya dibatasi oleh barikade polisi.

Akhirnya, atas perintah polisi tersebut kedua kubu pun mundur. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya bentrokan antara pendukung Ahok dengan massa GNPF MUI.

Sementara itu, pada sidang kali ini, polisi telah menyiapkan sekat berupa kawat berduri dan menutup jalan menuju Kementerian Pertanian dari arah RSUD Pasar Minggu.

Beda Gaya Kedua Kubu dalam Mengawal Sidang Ahok

Kedua kubu saling menyatakan dukungan dengan berorasi, menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah serta melakukan aksi teatrikal.

Kubu pro Ahok sendiri menyatakan dukungan pada pasangan Ahok-Djarot dengan berorasi. Namun, orasi kali ini juga disertai dengan iring-iringan lagu daerah, nasional, ataupun lagu populer. Berbagai lagu dari Sumatera dan Jawa sempat diputar di saat tidak melakukan orasi. Hal ini untuk mengantisipasi suara dari para orator yang sudah terdengar mulai serak atau habis.

Kubu pro Ahok juga menyatakan akan tetap mengawal persidangan sampai dengan selesai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mereka atas Ahok yang sepenuh-penuhnya.

Dalam dukungan di kubu kontra Ahok, mereka menyuarakan pendapatnya dalam bentuk teatrikal ataupun silat Jawara Betawi. Di samping itu, kubu kontra Ahok juga sudah menyiapkan 40 orator untuk mengisi waktu sampai dengan sidang selesai.

Lagu-lagu yang digunakan pun berbeda. Kebanyakan kubu kontra Ahok melantunkan lagu secara langsung ataupun rekaman. Kebanyakan lagu juga seperti yang diputar dalam aksi bela islam jilid 3 lalu :‘Al-quran Pedoman Kami, Al-quran Petunjuk Kami, Al-quran Satukan Kami’.

Hal ini untuk mengantisipasi waktu sidang yang lama seperti sidang minggu lalu. Salah satu relawan di kubu kontra Ahok juga mengatakan siap untuk mendukung acara ini sampai dengan selesai.

Seperti diketahui, sekitar 2.000 personel dikerahkan pihak kepolisian guna menjaga sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, yang digelar hari ini. (Purnomo)

Sumber 1

Sumber 2

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *