Senin, 11 Desember 17 | 16:22 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Siap Jihad Revolusi Konstitusional, Parmusi Latih Ribuan Laskar Penjarakan Ahok

Siap Jihad Revolusi Konstitusional, Parmusi Latih Ribuan Laskar Penjarakan Ahok
Photo Credit To Laskar Bela Negara Parmusi Angkatan III tengah latihan baris-berbaris.

Bogor, Obsessionnews.com – Sejumlah 2.000 kader Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang tergabung dalam Laskar Jihad Bela Negara mengikuti Pelatihan Laskar Jihad yang akan terus mengawal tuntutan penjarakan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang kini masih menjalani proses peradilan.

Dalam lima kali proses persidangan Ahok yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Parmusi selalu menurunkan ratusan laskarnya untuk mengawal pengadilan tersebut.

“Apakah kalian siap untuk kawal pengadilan hingga tuntas untuk menuntut penjarakan penista agama?” teriak Usamah Hisyam, Ketua Umum Pengurus Pusat Parmusi ketika membuka Pelatihan Laskar Bela Negara Parmusi Angkatan ke-4 Gelombang I, Rabu (11/1/2017).

“Siaaaaap..!” jawab para peserta pelatihan serempak diiringi tiga kali Takbir.

Pelatihan ini digelar selama 14 hari di sebuah bukit di kawasan Ciawi, tak jauh dari kaki Gunung Salak, Bogor.

Gelombang pertama diikuti 500 laskar yang terbagi dalam lima angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 100 laskar (satu pleton). Gelombang kedua, ketiga, dan keempat masing-masing akan diikuti pula 500 laskar yang akan digelar Februari hingga April 2017.

Pelatihan Laskar ini menghadirkan sejumlah nara sumber seperti Ustadz Syuhada Bahri (Ketua Lembaga Dakwah Parmusi/LDP) yang menanamkan nilai-nilai aqidah islamiyah untuk memenangkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.

Nara sumber lainnya adalah Ustadz Ahmad Farid Okbah (Wakil Ketua LDP) yang menanamkan nilai-nilai panggilan jihad fi sabilillah bagi setiap muslim, Ustadz Abdurrahman Syagaf (Sekjen Parmusi) yang nemaparkan paradigma baru Parmusi sebagai connecting muslim berbasis dakwah, soaial, ekonomi, dan pendidikan.

Hadir juga Ustadz Taufik Hidayat (Sekretaris LDP) yang memaparkan program aksi Kawal Pengadilan Penista Agama, Ustadz Alfian Tanjung (eksponen Parmusi) yang mengungkap strategi melawan bangkitnya bahaya laten komunis, dan sebuah iim pelatihan fisik serta bela diri yang dipimpin oleh pimpinan departemen Parmusi, Ustadz Adi Tjondro.

Usamah menegaskan, sejak awal Parmusi konsisten dan konsekuen untuk menuntut pengadilan Ahok agar dipenjarakan. Parmusi juga menurunkan ribuan kadernya dalam Aksi 411 dan Aksi 212. Bahkan ratusan Laskar Parmusi selalu terdepan dalam mengawal lima kali pengadilan penista agama di PN Jakarta Utara.

“Saya minta seluruh kader Parmusi tetap fokus pada upaya Penjarakan Ahok. Karena tuntutan jutaan umat Islam dari berbagai daerah yang terlibat dalam sejumlah aksi damai adalah penjarakan Ahok. Bila pengadilan Ahok kita biarkan tanpa pengawalan, sangat mungkin Majelis Hakim hanya memutuskan hukuman percobaan tanpa dipenjarakan,” ungkap Usamah.

Menurut Usamah, jika Ahok tidak dipenjarakan maka hal itu akan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena siapapun kelak akan berani melakukan penistaan terhadap Al-Quran.

“Akan ada Ahok-Ahok baru. Ini harus kita lawan. Kita harus perjuangkan rasa keadilan untuk umat islam,” kata Usamah.

Karena itu, lanjutnya, bagi Parmusi tuntutan Penjarakan Ahok sudah final dan tak bisa ditawar-tawar. Oleh karenanya Usamah mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan Jihad Revolusi Konstitusional bila Majelis Hakim kelak tidak memenjarakan Ahok.

“Aksi Jihad Revolusi Konstitusional itu melalui gerakan moral force secara damai di seluruh Indonesia, menuntut pimpinan lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif untuk mengambil keputusan politik agar Ahok dipenjarakan. Karena proses hukum yang seharusnya dapat menegakkan rasa keadilan terhadap umat Islam tak bisa lagi diharapkan,” tandas Usamah. (Fath)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *