Jumat, 24 November 17 | 10:44 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Rektor Inspiratif 2017 Versi Men’s Obsession, Tian Belawati Berhasil Ubah Image UT

Rektor Inspiratif 2017 Versi Men’s Obsession, Tian Belawati Berhasil Ubah  Image UT
Photo Credit To Rektor Universitas Terbuka (UT) . Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. ( Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

Hidupnya ia dedikasikan untuk dunia pendidikan nasional. Sejak kali pertama lulus kuliah, tepatnya pada 1985, Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. mengabdi di Universitas Terbuka (UT). Berkat keuletan dan kegigihannya, kariernya meningkat setahap demi setahap. Hingga pada akhirnya ia dipercaya menjabat Rektor UT untuk periode 2009 – 2013 dan terpilih kembali periode selanjutnya, 2013 – 2017. Ya, dialah Rektor wanita pertama Universitas Terbuka.

Perawakannya mungil namun terkesan sangat tegas dari gaya dan nada bicaranya, tampil apa adanya tanpa polesan makeup tebal. Mengenakan kemeja bercorak kotak warna merah jambu, Tian tampak jauh lebih muda dari usianya. Apalagi pembawaannya yang sangat energik, tak lupa senyuman manis dan tertawa lepas tanpa beban selalu menghiasi wajahnya yang sangat ekspresif. Itulah sedikit gambaran dari sosok salah satu wanita hebat di tanah air, rektor wanita di Indonesia yang mampu membawa perubahan untuk dunia pendidikan nasional. Tian, berhasil mengubah image UT menjadi salah satu pilihan Perguruan Tinggi Negeri yang diminati, terutama bagi mereka, para mahasiswa muda maupun siswa fresh graduate dari SLTA.

Ditemui di salah satu restoran hotel berbintang di kawasan Jakarta Selatan, dengan gaya bicaranya yang ceplas ceplos dan apa adanya, ia bercerita banyak mengenai pencapaian yang telah berhasil diraihnya selama 8 tahun memimpin UT, visi misi dan tugas besarnya untuk dunia pendidikan, terutama untuk UT, tak ketinggalan cerita cerita ringan soal kehidupan dan pribadinya pun meramaikan suasana.

“Banyak yang sudah dilakukan oleh UT dalam delapan tahun terakhir ini. Tapi yang utama bagi kami adalah ingin mengubah image. Tadinya orang mengenal UT itu sebagai Perguruan Tinggi yang hanya untuk guru, untuk orang berusia matang, dan ada juga yang menganggap UT untuk ekonomi menengah ke bawah, sehingga imagenya ketika itu kalau kuliah di UT kurang prestise. Nah kami dalam delapan tahun terakhir ini berupaya mengubah image itu, memperkenalkan kepada masyarakat bahwa UT adalah sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang modern, yang menggunakan IT terkini. Kemudian juga bahwa UT bukan hanya untuk guru dan bukan hanya untuk orang tua tapi untuk semua kalangan, mulai dari yang baru lulus SMA sampai mereka yang sudah memiliki karier tetapi ingin meningkatkan kompetensinya, atau ingin mempelajari bidang ilmu yang berbeda. Jadi saya kira itu adalah PR pertama yang saya lakukan ketika saya diangkat menjadi rektor,” Tian menerangkan dengan penuh semangat.

Terbukti, berdasarkan data, tercatat mahasiswa UT dengan beragam rentang usia, mulai dari lulusan SMA yang berusia kurang dari 25 tahun, sekitar 25%, kemudian berusia kurang dari 30 tahun, lebih dari 50%, dan sisanya adalah mereka yang berusia lebih dari 45 tahun. Selain itu, di bawah kepemimpinan Tian, UT juga terus mengikuti perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Apalagi, UT merupakan universitas yang melakukan pembelajaran jarak jauh, sehingga sangat tergantung pada teknologi.

Kehadiran Universitas Terbuka salah satunya untuk mengisi blank spot akses pendidikan tinggi dengan Perguruan Tinggi berkualitas. Dengan adanya UT, sebenarnya siapapun bisa mendapatkan hak untuk mendapatkan pendidikan tinggi, hanya saja menurut Tian, masalahnya ada pada pribadi masing masing individu, mau atau tidak mau, bukan karena tidak bisa. Selain itu, tugas UT lainnya antara lain, turut serta memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk pembangunan nasional. Untuk itu UT memang terfokus pada program studi yang menunjang pembangunan nasional.

Di bawah kepemimpinan wanita berdarah Sunda ini, UT juga telah menorehkan banyak pencapaian luar biasa. Antara lain, berhasil mendapatkan sertifikat kualitas internasional, bersertifikat ISO untuk manajemen UT, serta akreditasi A untuk program studi di UT. Namun baginya, capaian yang paling tinggi untuk UT adalah etos kerja para dosen dan tim UT yang juga memiliki komitmen tinggi dalam membangun UT, sama seperti dirinya. Menurut Tian, mereka tidak pernah mengeluh bahkan dengan penuh semangat bekerja tanpa lelah meski harus bekerja di hari libur dan harus tugas ke daerah.

“Saya kira itu juga achievement yang sangat luar biasa. Dan yang paling saya syukuri adalah bahwa sekarang UT sudah mendapatkan pengakuan dari masyarakat sebagai suatu Perguruan Tinggi dengan kualitas yang baik dan bukan lagi Perguruan Tinggi kelas dua,” ujar peraih gelar Doctor of Philosophy (PhD.), Educational Studies, Department of Educational Studies, Faculty of Graduate Studies, University of British Columbia, Vancouver, B.C., Canada, ini.

Kiprahnya dalam dunia pendidikan rupanya diakui dunia. Tian aktif mengikuti beberapa organisasi berkelas internasional. Yang membanggakan, ia bahkan pernah terpilih secara aklamasi menjadi Presiden suatu lembaga Internasional pendidikan terbuka dan jarak jauh, International Council for Open and Distance Education (ICDE) pada periode 2012 – 2015. Sebelumnya, ia juga sukses memimpin Asian Association of Open Universities (AAOU) sebagai Presiden untuk periode 2009 – 2010.

Pionir Pendidikan Jarak Jauh

Satu hal yang juga menjadi kebanggaan baginya, adalah posisi UT sebagai pionir pendidikan jarak jauh yang akhirnya diakui oleh pemerintah. Dengan begitu, maka seluruh Perguruan Tinggi diperbolehkan melakukan pendidikan jarak jauh, dan kini sudah banyak beberapa Perguruan Tinggi yang juga melakukannya.

“Kalau kami tidak menunjukkan bahwa pendidikan jarak jauh itu bisa berkualitas, tidak mungkin pemerintah menjadi percaya dan membolehkan yang lain. Jadi karena melihat ternyata pendidikan jarak jauh itu berkualitas, dikendalikan kualitasnya seperti itu, makanya akhirnya yang lain diizinkan. Dengan begitu, maka tidak ada lagi yang meragukan legalitas sistem pendidikan jarak jauh. Nah kami menilai itu sebagai pencapaian luar biasa bagi kami,” tutur kelahiran Sukabumi, 1 April 1962 ini.

Dalam melakukan sistem pendidikan jarak jauh, UT bahkan telah melaksanakan pendidikan jarak jauh full online yang diklaim belum dilakukan Universitas lain. Aplikasi UT Online Mobile bahkan telah tersedia di smartphone para mahasiswa UT. Dengan aplikasi tersebut, mahasiswa UT bisa melakukan apa saja yang mendukung kegiatan belajar mengajar, mulai dari registrasi, berinteraksi, dan lain sebagainya.  (Suci Yulianita)

 

 

 

 

 

 

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah

%d blogger menyukai ini: