Senin, 25 Juni 18

Mardani H. Maming Raih Kesukesan Berkat Doa Orangtua

Mardani H. Maming Raih Kesukesan Berkat Doa Orangtua
* Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming. (Sumber foto: http://relawantik.tanahbumbukab.go.id)

Mardani H. Maming menorehkan prestasi cemerlang di pentas politik. Ia terpilih menjadi Bupati Tanah Bumbu selama dua periode. Mardani berhasil menyulap Tanah Bumbu menjadi salah satu daerah termaju di Kalimantan Selatan. Keberhasilannya memajukan Tanah Bumbu diganjar dengan penghargaan Leader Award 2017 kategori Bupati dari Kementerian Dalam Negeri.

 

Dunia politik membawa berkah bagi Mardani H. Maming. Setelah meraih kesuksesan di belantara bisnis, Mardani terjun ke pentas politik. Ia memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pilihannya menjadi kader partai besutan Megawati Soekarnoputri itu ternyata tepat.

Melalui kendaraan PDI-P Mardani terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Pemilu 2009 untuk periode 2009-2014.

Selanjutnya PDI-P menugasinya maju sebagai calon bupati Tanah Bumbu pada Pilkada 2010.  Dalam Pilkada tersebut Mardani menggandeng seorang birokrat, Difri Darjat. Duet Mardani-Difri meraih 67.993 suara atau sekitar 57,53% pada putaran kedua yang digelar pada 16 Agustus 2010. Sementara lawannya, pasangan Hamsyuri-Sartono, memperoleh 50.191 suara atau sekitar 42,47%.

Saat dilantik sebagai Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2015 pada Senin (20/9/2010) Mardani berusia 29 tahun. Ketika itu Mardani merupakan bupati termuda se-Indonesia yang tercatat di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah mengalahkan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto yang saat dilantik berusia 30 tahun.

Mardani memiliki semangat tinggi dalam membangun Tanah Bumbu. Ia berhasil menyulap Tanah Bumbu menjadi salah satu daerah termaju di Kalsel. Pada periode 2010-2015 hasil nyata pembangunan telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Masyarakat dapat menikmati jalan antar desa, kecamatan, dan jalan lingkungan perkotaan yang beraspal, yang sebelumnya rusak berat karena tidak beraspal.

Mardani meraih penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keberhasilannya meningkatkan produksi beras di atas 5% pada tahun 2012. Ia juga meraih penghargaan atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntabilitas dan pelaporan keuangan pemerintah dari Kementerian Keuangan RI.

Mardani juga memperoleh penghargaan Sikompak Awards sebagai Pembina Terbaik Nasional PNPM Mandiri Perdesaan Kategori Perencanaan Pembangunan Desa (PPD) Aspek Tata Kelola Desa Tahun 2014 dari Wakil Presiden Boediono.

Dan masih banyak lagi prestasi yang diraihnya pada periode 2010-2015.

Bermodalkan sejumlah prestasi yang cemerlang itu Mardani kembali diusung PDI-P sebagai calon bupati Tanah Bumbu pada Pilkada 2015. Kali ini Mardani berduet dengan Sudian Noor. Pasangan ini meraih suara 82%. Mardani-Sudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2016-2021 oleh Gubernur Sahbirib Noor di halaman kantor Gubernur Kalsel pada 17 Februari 2016.

Di periode keduanya ini Mardani semakin terpacu bekerja. Ia melanjutkan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang dilaksanakan sejak 2015, yakni Satu Desa Satu Milyar. Sejak diluncurkan program yang dananya berasal dari APBD Tanah Bumbu itu banyak perubahan yang dirasakan oleh masyarakat perdesaan. Yakni pembangunan jalan, jembatan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana perkantoran, fasilitas umum, sarana pengairan dan air bersih.

Program unggulan lainnya adalah Program 1.000 Guru Berprestasi. Program yang dilaksanakan sejak 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar. Melalui program ini Pemkab Tanah Bumbu memberangktkan guru-guru berprestasi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) secara bertahap dalam waktu lima tahun.

Dengan ilmu yang diperoleh dari diklat tersebut, para guru dapat menularkan ilmunya kepada guru-guru lainnya dan anak didiknya. Sehingga ke depannya dapat mencetak generasi penerus yang berdaya saing dan dapat melanjutkan pembangunan menuju Tanah Bumbu yang makmur dan sejahtera.

Pada tahun 2016 Tanah Bumbu memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya ISCB Indonesia City Award kategori Natamukti Satria, karena berhasil mempromosikan kearifan lokal dan menciptakan investasi UMKM; Penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM; dan Anugerah Dana Racsa dari Kementerian Keuangan.

Keberhasilan Mardani memajukan Tanah Bumbu diganjar dengan penghargaan Leader Award 2017 kategori Bupati dari Kementerian Dalam Negeri. Mardani menerima penghargaan itu dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (18/12/2017).  Diharapkan prestasi tersebut dapat memotivasi pengabdian  kepala daerah lainnya untuk percepatan pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kinerjanya demi terwujudnya kepuasan masyarakat.

Prestasi lainnya pada 2017 adalah Tanah Bumbu meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan APBD 2016 dengan capaian tertinggi.

Di luar kesibukannya sebagai bupati, Mardani mengemban tugas sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) periode 2015-2020. Sebagai ketua umum organisasi yang beranggotakan bupati se-Indonesia itu, Mardani berkomitmen semaksimal mungkin menarik investor agar mau berinvestasi di kabupaten/kota se-Indonesia.

Aktivitas lainnya adalah sebagai Ketua DPD PDI-P Kalsel. Suami  Erwinda dan ayah dua anak ini berjuang keras agar PDI-P meraih kejayaan di seluruh daerah di Kalsel.

Mardani figur yang berbakti pada orangtua. Ia mengaku berkat doa orang tua ia meraih kesuksesan dalam karier.

“Saya punya kebiasaan meminta ampun kepada orangtua, sujud tiap Jumat. Lemah lembutlah kepada mereka, karena mereka adalah kunci utama meraih kesuksesan,” kata Mardani berbagi ilmu kiat sukses ketika menjadi pembicara utama di Kongres VII Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan di Gedung Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Banjarmasin, Rabu (7/2/2018).

Mardani dilahirkan di Batulicin, Tanah Bumbu, 17 September 1981. Alumnnus Fakultas Hukum Universitas Lambang Mangkurat (Unlam) Banjarmasin ini anak almarhum H Maming bin Rahing, tokoh masyarakat Tanah Bumbu. Ayahnya pernah menjadi Kepala Desa Pulau Burung dan Kepala Desa Batulicin selama puluhan tahun.  Maming berpulang ke rahmatullah pada tahun 2016.

“Beliau keras dalam mendidik anak-anaknya. Beliau selalu mengajarkan kami mandiri,” kata Mardani mengenang ayahnya. (Arif RH)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.