Minggu, 17 Desember 17 | 01:42 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Politik Kokohkan Performa Indonesia

Politik Kokohkan Performa Indonesia
* Pandji R Hadinoto.

Suara Pembaca:

Indikator Performa Indonesia (IPI) terkini dari 5 negara ASEAN kecuali Singapore adalah a.l.
1) GDP Nominal USD 862 Miliar (No 1),
2) GDP/Kapita USD 3.346 (No 3),
3) GDP/Kapita PPP USD 11.035 (No 3),
4) GDP Growth 4,8% (No 4),
5) Tingkat Kemiskinan 11,1% (No 2),
6) Rasio Gini 0,41% (No 3),
7) Tingkat Pengangguran 6,2% (No 1),
8) Nilai Ekspor USD 181 Miliar (No 3),
9) Populasi 258 Juta (No 1).

Sehingga adanya niatan Politik Bisnis Ekspansif 2017 untuk IPI lebih baik maka menurut Strategi Ketahanan Bangsa adalah perlu imbangan konsolidasi berupa terapi‎ terpadu Bina Trisakti PANCASILA (BTP) diseluruh negeri mencakupi moda Politik PANCASILA Berdaulat, Ekonomi PANCASILA Berkemandirian dan Budaya PANCASILA Berkepribadian agar Indonesia Kokoh mampu melewati masa2 Bonus Demografi 2025-2045 menuju ke arah Indonesia Berjaya 2045.‎[http://sinarharapan.net/2016/12/seruan-2212-politik-benteng-pancasila-45/‎]

Keterpaduan pemberdayaan BTP ini penting dikonsolidasikan mengingat situasi dan kondisi Ketahanan Bangsa terkini seperti :

1) bahwa Kehidupan Keagamaan potensial rawan bilamana kiprah sila-1 PANCASILA yakni Ketuhanan Yang Maha Esa tidak senantiasa terjaga harmonis terselenggara oleh segenap umatNya

2) bahwa Kehidupan Ideologis potensial retak bilamana wabah Coruptio (korupsi dalam bahasa Latin) yang artinya orang yang tidak menepati janji, orang brengsek, berkhianat dll lepas kendali, contohnya seperti tindak menonpadukan UUD Reformasi 1999-2002 (LNRI 11-14 Tahun 2006) dengan Pembukaan UUD 1945 yang memuat sila-sila PANCASILA (BRI Th II, 1946 jo LNRI 75 Tahun 1959) sehingga terjadi tindak koruptif yang potensial terduga khianati Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945;

‎3) bahwa Kehidupan Politik potensial resah tersebab sila-4 PANCASILA tidak dituruti secara murni dan konsekwen misal saat PilPres, PilGub, PilBup, PilWalKot dst;

‎4)‎ bahwa ‎Kehidupan Ekonomi potensial ganas bilamana orientasi pembangunan ekonomi tidak sepenuhnya dijiwai oleh ruh konstitusi untuk memajukan kesejahteraan umum dan menciptakan kemakmuran bagi sebesar-besarnya rakyat Indonesia.

bahwa pembangunan ekonomi dianggap masih menyisakan ketimpangan di masyarakat ‎yakni belum inklusif karena menyisakan trilogi ketimpangan, yakni ketimpangan antarindividu, antarwilayah, maupun antarsektor ekonomi;

bahwa kue ekonomi nasional hanya dinikmati oleh segelintir orang yang menempati 20 persen teratas dari struktur piramida ekonomi nasional dan 40 persen kelas menengah;

5) bahwa Kehidupan Sosial Budaya potensial pudar bilamana keberagaman yang menjadi ciri utama Indonesia tidak terkelola dengan baik bahkan dapat berbalik rawan disintegrasi negarabangsa;

bahwa tercermin dari Rasio Gini juga kini dianggap masih cukup tinggi, yaitu 0,41 dan 0,6 untuk Rasio Gini penguasaan tanah;

bahwa pembangunan juga kini masih terpusat di pulau2 Jawa dan Sumatera, yang berporsi 81 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, terbanding pulau-pulau lain;

bahwa kekayaan 50 ribu orang terkaya setara dengan gabungan kepemilikan 60 persen aset penduduk Indonesia.

bahwa hanya segelintir orang mendominasi kepemilikan atas jumlah simpanan uang di bank, saham perusahaan dan obligasi pemerintah serta penguasaan tanah;

bahwa sektor pertanian mengalami involusi dan menjadi lumbung kemiskinan, padahal sektor pertanian merupakan lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar, yaitu sekitar 38 juta orang;

bahwa pembangunan saat ini dinilai lebih cenderung ditopang oleh sektor jasa dan keuangan yang padat modal;

bahwa direkomendasi agar pemerintah memberi perhatian lebih terhadap upaya2 pembenahan sektor pertanian dimulai dari reforma agraria yang pada intinya adalah redistribusi tanah untuk petani;‎

6) bahwa Kehidupan HamKamNas potensial lengah bilamana Ketahanan Bangsa dan Pertahanan Negara tidak diperkokoh dengan a.l. terapkan Konsep NeoGeoPolitik Maritim Indonesia Abad 21

7) bahwa Kehidupan Ekologis potensial gersang bilamana senantiasa tidak berkiprah memakmurkan bumi (mamayu hayuning bawono)

Keutamaan Strategi Ketahanan Bangsa termaksud diatas bijaknya dikiprahkan beriringan dengan kebajikan Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 jo Roh Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 bertumpu pada kepemimpinan, kedaulatan dan kemuliaan PANCASILA 1945.

Badan Pembudayaan Kejoangan 45,

Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
www.jakarta45.wordpress.com

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *