Minggu, 17 Desember 17 | 01:46 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Pilpres 2019 Bukan Target Tommy Soeharto, Namun…

Pilpres 2019 Bukan Target Tommy Soeharto, Namun…
* Tommy Soeharto. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Nama putra Presiden kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, ramai diberitakan  sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2019 mendatang.  Munculnya nama Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya dalam bursa capres tersebut karena ia dinilai sebagai figur yang populer.

Tetapi Tommy melalui pengacaranya, Erwin Kallo, menyatakan tidak akan terlibat atau maju pada pada Pilpres 2019

“Kalau ada ormas yang mengusung beliau jadi RI I untuk 2019, itu tidak benar. Bapak Hutomo tidak akan terlibat atau maju di dalam Pilpres 2019,” tutur Erwin Kallo dalam konferensi pers di Gedung Granadi, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Tommy Soeharto
Tommy Soeharto (berkaca mata) bersama kaderkader Partai Berkarya dalam sebuah acara. (Foto: Facebook Partai Berkarya)

Di tempat terpisah  Ketua Umum Perisai Berkarya, sayap Partai Berkarya, Tri Joko Susilo, mengatakan, Pilpres 2019 memang bukan target Tommy. Yang menjadi target Tommy adalah bagaimana kader-kader Partai Berkarya mampu masuk di parlemen untuk memperjuangkan Indonesia menjadi lebih baik.

Tommy Soeharto
Ketua Umum Perisai Berkarya, sayap Partai Berkarya, Tri Joko Susilo bersama Tommy Soeharto.

“Namun jika rakyat menginginkan beliau maju sebagai capres, insya Allah beliau siap lahir batin,” tandas Joko, panggilan akrab orang dekat Tommy itu ketika dihubungi Obsessionnews.com, Selasa (10/10).

Dua tahun lalu Tommy membidani kelahiran Partai Berkarya. Di partai ini Tommy menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, sedangkan Ketua Umum dijabat oleh Neneng A Tutty, mantan aktris  pada tahun 1980-an.

Ketua Umum Partai Berkarya Neneng A  Tutty.

Partai Berkarya mengukir prestasi manis, yakni diakui secara resmi sebagai partai politik oleh Kementerian Hukum dan HAM.  Partai Berkarya berbadan hukum dan sah sebagai parpol sesuai SK Menkumham Nomor: M.HH-20.AH.11.01 tahun 2016 yang dikeluarkan pada tanggal 17 Oktober 2016.

Tantangan berikutnya adalah Partai Berkarya harus lolos verifikasi  administrasi dan faktual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar bisa menjadi peserta Pemilu 2019.

Membangkitkan Soehartoisme

Belum lama berdiri Partai Berkarya cepat populer. Melejitnya Partai Berkarya karena pengaruh nama besar Soeharto dan Tommy Soeharto. Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun mengundurkan diri dari jabatannya akibat gerakan reformasi yang dimotori mahasiswa pada 21 Mei 1998. Kemudian pada 2008 Jenderal Besar yang berandil besar menumpas PKI itu meninggal dunia di Jakarta karena sakit. Meski Soeharto telah tiada, pendiri Golkar itu masih memiliki banyak pendukung. Di bawah kendali Tommy para pendukung Soeharto itu mendirikan Partai Berkarya yang berobsesi membangkitkan Soehartoisme.

Sementara itu Tommy dikenal sebagai pembalap dan pengusaha, yang kemudian terjun ke dunia politik. Tommy aktif memberikan bantuan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), nelayan, dan petani agar kesejahteraan mereka meningkat.

Partai Berkarya
Spanduk Partai Berkarya yang terang-terangan memasang foto mantan Presiden Soeharto dan putranya, Tommy Soeharto.

Spanduk-spanduk Partai Berkarya terang-terangan memasang foto Soeharto dan Tommy Soeharto.

Seperti diketahui  Orde Baru, yang identik dengan pemerintahan Golkar,  secara mengejutkan runtuh pada 21 Mei 1998. Berakhirnya kekuasaan Orde Baru itu ditandai dengan pidato Presiden Soeharto yang mengundurkan diri di Istana Negara.  Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun mundur dari jabatannya akibat tuntutan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa.

Tommy Soeharto
Tommy Soeharto diwawancarai wartawan seusai mengikuti kegiatan car free day di Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Soeharto kemudian digantikan oleh Wakil Presiden BJ Habibie. Dalam Kabinet Reformasi Pembangunan pimpinan BJ Habibie dilakukan reformasi di berbagai bidang. Di bidang politik, misalnya, BJ Habibie mengizinkan berdirinya partai politik (parpol) baru untuk berlaga di Pemilu 1999. Sebelumnya di era Orde Baru hanya terdapat tiga parpol, yakni Golkar, PPP, dan PDI.

Kebijakan BJ Habibie tersebut mendapat sambutan gegap gempita dari berbagai elemen masyarakat. Banyak warga yang mendirikan parpol baru.  Sejumlah kader terbaik Golkar pun ambil bagian mendirikan parpol baru. Parpol-parpol baru tersebut ada yang menjadi peserta Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, dan Pemilu 2014.

Dari rahim Golkar lahir Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPI), Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan lain sebagainya.

Menjelang Pemilu 2019 Golkar kembali melahirkan parpol baru, yakni Partai Berkarya.

Menurut Joko, banyak politisi dari partai lain yang loncat pagar ke Partai Berkarya. Contohnya Harjadi, mantan Ketua Gerindra Kalimantan Barat (Kalbar), kini menjadi pengurus Partai Berkarya Kalbar. Demikian pula para pengurus Partai Perindo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pindah ke Partai Berkarya.

Ketika ditanya apakah ada kader Golkar yang bergabung dengan Partai Berkarya, Joko menjawab,”Saya yakin jika Partai Berkarya lolos verifikasi dari KPU, kader-kader Golkar akan berbondong-bondong mencari  ruang di Partai Berkarya.” (arh)

 

Baca Juga:

Kader Golkar Bakal Loncat ke Partai Berkarya

Tommy Soeharto Bangkitkan Soehartoisme Lewat Partai Berkarya

Ini Penyebab Partai Tommy Soeharto Cepat Melejit

Ada Optimistis Partai Berkarya Lolos Verifikasi KPU

Popularitas Tommy Soeharto Dongkrak Pamor Partai Berkarya

Tommy Soeharto Akan Gelar Doa dan Zikir di Astana Giribangun

Partai Berkarya Binaan Tommy Soeharto  Siap Berlari ke Gelanggang 2019

Sayap Partai Tommy Soeharto: Makin Tinggi Kepercayaan Rakyat Pada TNI

Tommy Soeharto Diserbu Warga Car Free Day

Partainya Tommy Soeharto Kampanye Suguhkan Hiburan

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *